JAKARTA - PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) mengalami kerugian kurs hingga Rp7,3 miliar yang disebabkan pelunasan utang dagang pembelian material dalam yen Jepang lebih awal dari tanggal jatuh tempo.
Hal ini diungkapkan CEO TCID Tatsuyoshi KItamura, dalam keterbukaan informasi yang disampaikan Bursa Efek Indonesia, Senin (16/3/2009).
Pelemahan nilai rupiah di semester dua tahun lalu baik terhadap yen Jepang maupun dolar AS membuat perseroan harus bekerja keras meningkatkan penerimaan pembayaran piutang dalam dolar AS dari penjualan ekspor.
Adapun saat ini total utang perseroan sepanjang 2008 tercatat Rp61,04 miliar dari sebelumnya yang hanya sebesar Rp22,5 miliar.
Maka dari itu, Mandom hanya mencatat kenaikan tipis laba bersih sebesar 3,25 persen dari Rp111,2 miliar menjadi Rp114,9 miliar. Sedangkan laba bersih per saham turun dari Rp591 per saham menjadi Rp590 per saham.
Kendati demikian, perseroan berhasil mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp1,23 triliun, atau tumbuh 21,75 persen dibandingkan tahun 2007 yakni hanya sebesar Rp1,018 triliun.
"Penjualan domestik memberikan kontribusi sebesar 73,84 persen dan mencatatkan kenaikan penjualan sebesar 17,06 peren dari Rp782 miliar menjadi Rp915,4 miliar," ujar Tatsuyoshi.
Selain itu, penjualan ekspor tercatat tumbuh 37,26 persen dari Rp236,3 miliar menjadi Rp324,4 miliar dan memberikan kontribusi sebesar 26,16 persen terhadap penjualan bersih.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.