JAKARTA - Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) menargetkan jumlah dana kelolaan di perusahaan pembiayaan di 2010 sebesar Rp150 triliun. Nilai tersebut naik 15-20 persen dari target pencapaian di akhir 2009 sebesar Rp120 triliun.
"Kami menargetkan pertumbuhan konservatif sebesar 15-20 persen dari tahun lalu. Maklum kondisi perekonomian di tahun depan diprediksi masih stabil," ungkap Sekretaris Jenderal Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Dennis Firmansjah, selepas Insurance Outlook di Hotel Le Meridien, Jakarta, Selasa (24/11/2009).
Sementara total aset, APPI menargetkan pertumbuhan 11,1 persen di 2010 menjadi Rp200 triliun. Sedangkan pencapaian target di akhir 2009 diharapkan sebesar Rp180 triliun.
Untuk mencapai nilai tersebut, APPI mengharapkan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) agar memperbolehkan perusahaan pembiayaan dalam menyalurkan pembiayaan usaha kecil dan menengah (UKM). Selain itu, APPI menginginkan dapat menerima investasi ataupun pendanaan langsung dari masyarakat.
"Selama ini aturan dari pihak regulator terlalu mengekang perusahaan pembiayaan. Bagaimana kami bisa tumbuh, kalau aturannya diperketat," jelas Dennis.
Aturan yang dimaksud adalah aturan mengenai perpajakan yang belum ada juklaknya. Selain itu, pihak regulator juga kurang mendorong sumber dana dari dana pensiun kepada perusahaan pembiayaan.
Untuk kredit UKM, selama ini perusahaan pembiayaan memiliki data base yang lengkap dan jauh lebih dekat dengan nasabah. Sehingga pihak regulator diharapkan dapat memediasi perusahaan pembiayaan agar dapat menyalurkan kredit UKM-nya.
Ke depan, APPI juga meminta kepada perusahaan asuransi untuk duduk bersama dalam mengevaluasi potensi bisnis industri secara bersama. Bentuknya seperti pelatihan produk asuransi kepada sumber daya manusia (SDM) perusahaan pembiayaan ataupun diskusi dengan perusahaan asuransi dan broker asuransi.
"Kami menginginkan ada jalinan bisnis antara perusahaan pembiayaan, perusahaan asuransi dan broker asuransi (pialang) untuk menangkap peluang bisnis di tahun depan. Selama ini bisnis kita berjalan terpisah. Contoh kecil saja, pembiayaan mobil bisa dilengkapi dengan fasilitas asuransi. Produknya bisa dijual melalui broker asuransi," jelasnya.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.