JAKARTA - PT Sinar Mitra Sepadan Finance (SMS Finance) tetap memiliki rencana go public pada 2010 mendatang untuk memperkuat permodalannya. Walaupun saat ini perusahaan sudah memiliki plafon pinjaman dari perbankan sekira Rp3 triliun.
"Kita optimistis IPO terlaksana di 2010," kata Presiden Direktur SMS Finance Rudyanto Somawirardja, usai due diligence meeting dan public expose di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (10/12/2009).
Perusahaan pembiayaan kendaraan bermotor ini tengah dalam proses diskusi dengan pemegang saham sambil memutuskan waktu yang tepat. "Masih diksusi dengan shareholder. Kalau dirasa sudah matang, baru akan go public," ungkapnya.
Dijelaskannya, jika dengan IPO maka perseroan akan mendapatkan sumber pendanaan untuk ekspansi lebih lanjut. "Pendanaan kita jadi kuat," katanya singkat.
Selanjutnya, pihaknya juga akan semakin mudah mendapatkan pendanaan dari pihak perbankan karena perusahannya telah menjadi terbuka. Untuk itu, obligasi yang akan diterbitkan perseroan akhir tahun ini menjadi exercise sebelum melakukan IPO.
Di sisi lain, perusahaan juga menargetkan angka pembiayaan kendaraan bermotor sebesar Rp2 triliun-Rp3 triliun pada tahun depan. Sementara pada 2009 ini, dipatok angka pembiayaan kendaraan bermotor sebanyak Rp2 triliun. Per Oktober, angka pembiayaan perseroan mencapai Rp1,459 triliun.
Sementara itu, pembiayaan untuk mobil bekas adalah sebanyak 95 persen dan mobil baru adalah lima persen. Di mana pembiayaannya akan didapatkan perseroan dari pihak perbankan nasional. Adapun untuk 2009 ini, SMS Finance memiliki plafon pinjaman lebih dari Rp2 triliun, yang baru terpakai Rp1,3 triliun. Sementara untuk 2010 mendatang, pihaknya akan mendapatkan penambahan plafon hingga menjadi Rp3 triliun.
Sedangkan untuk non-performing loan (NPL) akan dijaga agar tetap di bawah satu persen. Saat ini, NPL perusahaan hanya mencapai 0,65 persen. Pada 2009, perusahaan juga mulai masuk ke pembiayaan kredit sepeda motor, dan berkontribusi sebanyak 10-15 persen dari total pembiayaan. Dan pada akhir tahun diperkirakan akan mencapai 20 persen.
Â
"Secara bertahap kita akan naik terus, dan mungkin pembiayaan motor akan jadi 30 persen di 2010," paparnya.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.