JAKARTA - Direktur Utama PT PLN (Persero) Dahlan Iskan siap melepaskan pembangkit listrik yang dimilikinya serta jabatannya sekarang sebagai bos Jawa Pos.
Hal tersebut dikatakan Dahlan saat konferensi pers usai pelantikan dirinya, di kantor pusat PLN, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Rabu (23/12/2009).
"Saya sudah tahu itu. Besok saya akan minta bagian hukum apa saja yang tidak boleh. Saya siap untuk melepaskannya (pembangkit listrik dan kedudukannya di Jawa Pos)," katanya.
Diceritakannya, dirinya telah menggeluti listrik sejak enam tahun yang lalu, walaupun tidak begitu ahli. Dirinya pun akan membaca aturan perusahaan agar ke depannya tidak menghambat kinerjanya.
"Saya maklumi, mereka tahunya saya wartawan, ada hambatan. Citra saya wartawan bisanya apa? Masa mengurusi listrik. Akan kami jelaskan, saya enam tahun lalu menggeluti listrik. Saya bangga wartawan, wajar tidak tahu, itu hak mereka. Kita akan baca aturan perushaaan," paparnya.
Menurutnya, sebelum dirinya mengikuti sebelum ikut proses seleksi direksi, dia mengakui sudah punya pembangkit listrik walaupun tidak sampai satu persen.
"Saya ingin pelajari peraturannya bagaimana, saham akan dipelajari, apakah masih boleh punya saham? Akan taati peraturan itu. Saya sudah mencari beberapa orang untuk membeli, saya juga rugi, biayanya besar batu bara naik, jualnya murah," pungkasnya.
Sebelumnya, Dahlan mengaku rugi jika menjadi Direktur Utama PLN karena akan kehilangan kebebasannya. Dia pun juga mengakui sudah siap melepaskan posisinya sebagai pimpinan Jawa Pos dan juga akan menjual dua PLTU di Kalimantan Timur.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.