Getting time...

Sepekan ke Depan, Rupiah Bakal Tembus Rp9.125

Candra Setya Santoso - Okezone
Senin, 15 Maret 2010 11:39 wib
Foto: Corbis
Foto: Corbis
JAKARTA - Pergerakan nilai tukar rupiah selama sepekan ke depan diprediksi masih bergerak menguat di kisaran Rp9.100 per lembarnya. Hal ini karena sentiment positif perbaikan peringkat utang Indonesia oleh S&P.
 
"Untuk minggu ketiga Maret ini kami perkirakan rupiah menguat. Hanya saja harga dolar Amerika sudah relatif murah yang bisa memicu pembelian dolar Amerika dengan pertimbangan tersebut, tampaknya rupiah masih akan berpotensi menguat terbatas dalam kisaran Rp9.125 hingga Rp9.200 per USD," ungkap analis Samuel Sekuritas Indonesia Lana Soelistianingsih, dalam buletin yang dipublikasikan, di Jakarta, Senin (15/3/2010).
 
Dijelaskannya, selama pekan kedua bulan ini nilai tukar terus menguat ditutup di Rp9.152 per USD (kurs tengah Bloomberg) pada perdagangan akhir minggu lalu. Penguatan terhadap dolar Amerika tidak hanya terjadi pada rupiah, tetapi juga terjadi pada hampir semua mata uang Asia kecuali yen.
 
"Penguatan ini karena mata uang dolar Amerika menunjukkan pelemahan, ditunjukkan dengan turunnya indeks dolar Amerika spot ke level 79, dari sebelumnya telah mendekati 82,” ujar Lana.
 
Sentimen positif investor tampaknya agak tersendat karena kenaikan yang cukup cepat di sepanjang minggu. Investor melakukan aksi ambil untung, sehingga IHSG tertekan tipis, ditutup di 2.666,51. Penurunan indeks juga terjadi di beberapa bursa Asia utama seperti Hong Kong dan Singapura. Sementara itu harga WTI setelah sempat menembus USD82 per barel, harga kembali ditutup turun ke USD81,24 per barel.
 
Sekadar mengingatkan, S&P menaikkan peringkat utang Indonesia menjadi BB. Salah satu badan peringkat dunia S&P pada akhir minggu lalu menaikkan peringkat utang jangka panjang denominasi dolar (long-term foreign currency) Indonesia dari sebelumnya BB- menjadi BB dengan outlook positif.
 
Kenaikan peringkat ini memberikan implikasi persepsi risiko di Indonesia menurun. Sebelumnya pada Januari 2010, lembaga peringkat Fitch juga telah menaikkan peringkat utang Indonesia dari BB menjadi BB+ dengan outlook stabil. Dengan posisi ini, Indonesia hanya tinggal satu notch di bawah investment grade. Diperkirakan Moody’s juga tidak lama lagi akan menaikkan peringkat utang Indonesia, yang saat ini masih dua notch di bawah investemnt grade.
 
Perbaikan peringkat ini telah diyakini pemerintah, bahkan sebelumnya Menteri Keuangan menargetkan peringkat utang Indonesia akan mencapai investement grade tahun depan. Kenaikan peringkat ini terkait dengan beberapa indikator fundamental ekonomi yang baik seperti posisi neraca pembayaran yang surplus, defisit anggaran yang relatif rendah, tingkat inflasi yang rendah, pertumbuhan ekonomi yang moderat, dan stabilitas politik.
 
Kenaikan  ini positif untuk menarik investasi asing ke Indonesia tetapi tampaknya masih akan didominasi oleh investasi portofolio karena iklim usaha di Indonesia kurang kondusif. Bagi pemerintah kenaikan ini bisa mengurangi beban pembayaran bunga di masa mendatang, karena bisa memberikan imbal hasil yang lebih rendah.
 
(css)
TWITTER »
twit