Gedung BI. Foto: Koran SI
JAKARTA - Masa jabatan salah seorang anggota Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Siti Chalimah Fadjrijah akan berakhir pada pertengahan Mei ini. Untuk itu, sesuai aturan main yang ada dalam UU BI, tiga bulan sebelum masa jabatan itu berakhir, penggantinya telah disiapkan.
Dilansir dari situs resmi BI, di Jakarta, Kamis (18/3/2010), berdasarkan rekomendasi Gubernur BI, Presiden telah mengusulkan tiga nama sebagai calon pengganti.
Dua orang merupakan pegawai karir BI, yakni Perry Warjiyo dan Halim Alamsyah. Seorang lagi dari luar, yakni Krisna Wijaya. Siapa sebenarnya mereka dan bagaimana sepak terjangnya selama ini?
Halim Alamsyah.
Saat ini Halim menjabat sebagai Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan (DPNP) Bank Indonesia. Pria kelahiran Bangka 6 Maret 1957 ini memulai karirnya di BI pada 1982 sebagai staf analis kredit, di Urusan Kredit Koperasi.
Pada 1985, dia mulai berkiprah sebagai staf peneliti di Urusan Ekonomi dan Statistik. Sejak itu, karirnya tidak jauh dari pekerjaan yang menangani berbagai persoalan ekonomi dan moneter, hingga akhirnya pada Januari 1999 diangkat sebagai Deputi Direktur Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter.
Selang satu setengah tahun kemudian, tepatnya Juli 2000, Halim diangkat sebagai Kepala Biro Gubernur Bank Indonesia. Pada Juli 2002 dia pun dipromosikan sebagai Direktur Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan.
Sejak Januari 2003, berturut-turut dia menempati pos sebagai Direktur Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter, Direktur Direktorat Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat pada April 2005, dan Direktur Direktorat Statistik dan Moneter pada Februari 2006, sebelum akhirnya ditempatkan sebagai Direktur DPNP pada Maret 2007 hingga sekarang.
Suami dari Sri Kurniati Halim dan bapak dari Heny Triwahyuni, Amelia Bostania dan Burhan Muhammad ini menamatkan pendidikan S1 dari Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia dan Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada.
Gelar MA dalam bidang ekonomi pembangunan diraihnya dari Boston University, Massachusetts, USA. Adapun gelar Doktor dalam bidang ilmu Ekonomi diraihnya dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Jakarta.
Krisna Wijaya.
Lahir di Jakarta pada 22 Juli 1955 dan memulai karirnya di Bank Rakyat Indonesia (BRI) pada 1980 sebagai calon staf umum angkatan pertama. Berbagai jabatan pernah dilakoninya selama meniti karir di BRI seperti leasing, bisnis komersial hingga pemimpin cabang.
Pada Juli 2000 dirinya diangkat sebagai Direktur Operasional BRI yang membidangi divisi SDM, operasional, IT, logistik dan yayasan dana pensiun. Pada April 2003, dia menduduki jabatan sebagai Direktur Bisnis Mikro & Ritel BRI yang membidangi divisi mikro, ritel, consumer banking, unit syariah, international visitor program dan perencana bisnis.
Mei hingga September 2005, dia pun sempat dipercaya sebagai komisaris BRI. Lalu pada September 2005 hingga April 2006 dipercaya sebagai Direktur Pengembangan Perbankan Indonesia. Selain itu, pada September 2005 dia juga merupakan anggota Dewan Komisioner/Kepala Eksekutif (CEO) Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga mengundurkan diri pada 31 Desember 2007.
Sejak 2008 hingga sekarang, Krisna Wijaya merupakan Komisaris PT Bank Danamon (Tbk). Krisna yang memiliki seorang istri dan satu orang anak ini menamatkan pendidikan sarjananya dari Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 1980. Gelar Magister Manajemen diraih dari MM Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta dan Doktor dari Sekolah Pascasarjana UGM pada 2009.
Perry Warjiyo.
Sebelum menempati pos yang sekarang sebagai Direktur Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter (DKM) Bank Indonesia, Perry Warjiyo adalah Direktur Eksekutif, South East Asia Voting Group (SEAVG), International Monetary Fund (IMF) pada 2007-2009.
Pria yang lahir di Sukoharjo pada 25 Februari 1959 memulai karirnya di BI sebagai staf di Desk Penyelamatan Kredit, Urusan Pemeriksaan dan Pengawasan Kredit. Pada 1992-1995, dia menjadi staf Gubernur dan 1998 diangkat sebagai Kepala Biro Gubernur. Pada 2003, Perry diangkat sebagai Direktur Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan, dan 2005 sebagai Direktur DKM.
Perry menamatkan gelar sarjana ekonomi jurusan akuntansi dari Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada. Gelar Msc dalam bidang ekonomi moneter dan internasional diraih dari Iowa State University, Ames, USA pada tahun 1988. Pada tahun 1991, dia juga berhasil meraih gelar Ph.D dari universitas yang sama, Iowa State University, untuk bidang ekonomi moneter dan internasional. (ade)