JAKARTA - PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) mencatat penurunan laba bersih sebesar 24,3 persen menjad Rp45,9 miliar pada kuartal I-2010 dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp60,5 miliar menjadi hanya Rp45,9 miliar.
"Laba bersih per saham sebesar Rp 228," kata Presiden Direktur Mandom Indonesia Tatsuyoshi Kitamura, dalam keterangan tertulisnya yang dilansir dari keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (28/4/2010).
Sementara pendapatan yang dibukukan adalah sebesar Rp368,2 miliar pada kuartal I-2010, yakni hanya turun tipis 2,4 persen dari posisi yang sama tahun lalu Rp377,1 miliar. Padahal untuk beberapa produk perawatan kulit dan rias mencatat pertumbuhan 26,8 persen.
Dia menjelaskan, total penjualan yang tercatat sebesar Rp268,2 miliar dikontribusikan dari penjualan domestik Rp274,8 miliar. Di mana penjualan domestik tercatat tumbuh 3,5 persen dibanding tahun sebelumnya yang sebesar Rp265,6 miliar.
"Merek Pixy tumbuh 45,6 persen dari Rp64,5 miliar menjadi Rp94 miliar. Secara keseluruhan, produk perawatan kulit dan rias tercatat tumbuh 26,8 persen dari Rp97,7 miliar menjadi Rp123,9 miliar," jelasnya.
Sedangkan untuk penjualan ekspor, tercatat menurun 15,7 persen menjadi Rp94,1 miliar, dari posisi yang sama tahun lalu Rp111,6 miliar. "Turunnya penjualan ini disebabkan oleh menguatkan nilai tukar rupaih terhadap dolar AS," jelasnya.
Sementara laba kotor perseroan juga turun 4,4 persen menjadi Rp133,1 miliar dari sebelumnya yang Rp139,3 miliar. Laba usaha juga turun 26,5 persen menjadi Rp 61 miliar dari sebelumnya Rp83,1 miliar.
Sepanjang kuartal I-2010, pos belanja iklan perseroan naik cukup besar, hingga 68,7 persen dari Rp16,6 miliar pada tahun 2009, menjadi Rp27,9 miliar. Tingginya belanja iklan pada periode tersebut menyebabkan beban usaha perseroan naik 28,3 persen dari Rp56,2 miliar menjadi Rp72,1 miliar.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.