Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Privatisasi 4 BUMN Ditargetkan Raup Hingga Rp35 T

Wilda Asmarini , Jurnalis-Senin, 06 September 2010 |17:19 WIB
Privatisasi 4 BUMN Ditargetkan Raup Hingga Rp35 T
ilustrasi Foto: okezone
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah menargetkan akan memperoleh dana sekira Rp30 triliun-Rp35 triliun dari empat BUMN yang akan diprivatisasi hingga akhir tahun ini. Keempat BUMN tersebut seperti diketahui antara lain PT Krakatau Steel (Persero), PT Garuda Indonesia (Persero), PT Bank Negara Indonesia Tbk (Persero), dan PT Bank Mandiri Tbk (Persero).

Menurut Menteri BUMN Mustafa Abubakar, angka tersebut masih di luar IPO BUMN kecil, seperti PT Primisima, PT Kertas Padalarang, dan PT Sarana Karya, yang direncanakan melakukan IPO pada tahun ini juga.

"Itu sudah kita hitung-hitung bisa meraup dana sekira Rp30 triliun-Rp35 triliun. Nah, itu di luar IPO BUMN yang kecil-kecil. Yang itu, kita belum ada angka atau target perolehan dana," beber Mustafa saat ditemui usai Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Jakarta, Senin (6/9/2010).

Karena besarnya target perolehan privatisasi keempat BUMN tersebut, maka menurutnya investasi dari lokal saja tidak cukup. Dia pun menuturkan pihaknya akan mencari sumber investasi dari luar negeri.

"Dikarenakan Rp35 triliun bukan angka yang kecil, karena itu nantinya kami akan mengkombinasikan investasi dalam dan luar negeri," imbuhnya.

Dengan demikian, lanjutnya, upaya untuk melakukan non-deal roadshow (NDR) ke sejumlah negara di Eropa maupun Amerika oleh keempat BUMN tersebut terlihat positif. "Ditambah iklim perekonomian kita yang membaik," tukasnya.

Untuk tahun depan, menurutnya paling sedikit tujuh BUMN yang akan diprivatisasi. BUMN tersebut antara lain sektor semen, kehutanan, perkebunan, farmasi, dan pertambangan. Namun untuk sektor perkebunan, menurutnya go public akan dilakukan setelah pembentukan holding BUMN perkebunan selesai.
 
"Tapi, kami menargetkan 10 BUMN bisa diprivatisasi tahun depan. Privatisasi kemungkinan besar lewat IPO," tandasnya.(adn)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement