Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

PP Galang Pendanaan Rp1 Triliun

Whisnu Bagus , Jurnalis-Kamis, 21 Oktober 2010 |19:53 WIB
PP Galang Pendanaan Rp1 Triliun
Foto: Heru Haryono/okezone.com
A
A
A

JAKARTA - Perusahaan konstruksi dan investasi, PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) berencana menerbitkan obligasi berjangka menengah (medium term notes/MTN) senilai maksimal Rp1 triliun. Dana tersebut guna ekspansi usaha.

“Kami memang berencana mencari pendanaan eksternal,” kata Corporate Secretary PTPP Betty Aryana di Jakarta, Kamis (21/10/2010).

Dia mengatakan, pendanaan tersebut akan digalang melalui surat utang berjangka menengah atau Medium Term Notes (MTN) maksimal Rp1 triliiun. Namun, penerbitan instrumen ini terlebih dahulu akan dilaporkan kepada pemegang saham. “Ini sewaktu-waktu bisa kita gunakan,” kata Betty.

MTN tersebut akan digunakan untuk kebutuhan ekspansi pada tahun depan. Pada 2011, perseroan mematok laba bersih tumbuh 105 persen menjadi Rp330 miliar dibanding realisasi tahun 2009 sebesar Rp163 miliar. Pertumbuhan ini akan didorong segmen investasi dan jasa kontruksi.

Target tersebut akan disumbangkan dari sejumlah proyek infrastruktur, melalui skema penyertaan modal. Dengan langkah tersebut, keuntungan yang didapat emiten berkode PTPP ini akan melonjak signifikan.

Namun Betty mengatakan, MTN ini tidak akan digunakan pada tahun ini. Fasilitas tersebut akan dipakai jika perseroan membutuhkan. “Bisa saja kami terbitkan tahun depan, namun semua akan tergantung dari investasi yang akan kami lakukan," ujarnya.

Hingga Juli 2010, PTPP sudah menggunakan fasilitas tersebut sebesar Rp125 miliar. MTN ini diterbitkan PTPP pada 22 Juni 2010 yang terdiri syariah mudharabah sebesar Rp75 miliar.  MTN ini diterbitkannya dengan jangka waktu 24 bulan dengan nisbah alias bagi hasil 50 persen per tahun.

Selain itu, pada 29 Juni PTPP juga telah menerbitkan MTN XI sebesar Rp50 miliar. MTN ini terbit pada 8 Juli 2010 dan akan berakhir pada 8 Januari 2012. MTN ini menawarkan suku bunga yang lebih kecil, yakni 10,5 persen per tahun.

Analis Citi Pacific Hendri Effendi mengatakan, surat utang berjangka menengah tersebut akan digunakan perseroan guna kebutuhan ekspansi. “Saya kira itu opsi yang terbaik,” katanya.

Menurut dia, meski PP merupakan perusahaan  pelat merah di sektor konstruksi, namun sepertinya perseroan tidak bisa mengandalkan dana dari pemerintah. Untuk itu, langkah penerbitan MTN tersebut merupakan opsi terbaik.

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement