JAKARTA - Pemerintah menargetkan investasi di sektor elektronika sekitar USD800 juta per tahun selama kurun waktu 2010 hingga 2014.
Hal tersebut diungkapkan oleh Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian Budi Dharmadi. Budi mengatakan, investasi tersebut digunakan untuk meningkatkan kapasitas pabrik, pembelian mesin baru, pemasangan mouldies baru dan riset IT awal. Investasi di sektor elektronik juga diharapkan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 150.000 orang dalam kurun waktu 2010-2014.
“Pada saat ini, investasi di sektor elektronika berbasis teknologi informasi dan digital perlu digenjot,”kata Budi di Jakarta, Kamis (18/11/2010).
Selain produk digital, menurut Budi, barang elektronik lain seperti mesin cuci, AC, dan TV, juga memiliki potensial untuk bertumbuh. "Untuk mendorong pertumbuhan sektor elektronika mencapai rata-rata 8-9 persen per tahun selama 2010-2014, investasi menjadi penggeraknya. Yakni, di sektor komponen hingga produk-produk barunya. Terutama yang berbasis digital karena permintaannya akan naik terus,” jelas Budi.
Maka dari itu, Budi berharap, semua produsen elektronika, seperti PT LG Electronic Indonesia (LGEIN) dapat mempromosikan Indonesia sebagai tujuan investasi menarik bagi investor-investor Korea Selatan. Budi berjanji, pemerintah berupaya menyediakan fasilitas pendukung untuk mendorong investasi seperti pembangunan infrastruktur energi dan transportasi.
“Kami berharap LGEIN menyampaikan pada koleganya di Korea Selatan bahwa Indonesia adalah pasar yang menjanjikan. LGEIN diharapkan mengajak koleganya untuk ikut menanamkan modal di Indonesia. Sementara itu, LGEIN juga diharapkan bisa meningkatkan investasi untuk produk elektronik digital," ujar Budi.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.