JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mulai melakukan rapat pimpinan (rapim) untuk membahas program privatisasi BUMN tahun depan. Selain itu, Kementerian BUMN juga berupaya menuntaskan program 2010, yang bisa diselesaikan akhir tahun ini.
Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengatakan, Kementerian BUMN akan melakukan rapim secara bertahap untuk membahas sejumlah BUMN yang bisa diprivatisasi tahun depan.
“Kami akan mulai membahasnya hari ini karena tidak mungkin menunggu lengkap. Jadi, kami akan merapatkan dengan deputi yang ada, apakah BUMN yang masuk dalam daftar usulan itu layak atau tidak untuk go public,” kata dia di Jakarta, Senin (20/12/2010).
Dia menjelaskan, sejumlah nama BUMN yang sempat beredar untuk dilepaskan sahamnya ke publik pada 2011 tersebut belum final dibahas.
Sebelumnya, Deputi Restrukturisasi dan Perencanaan Strategis Kementerian BUMN Pandu Djajanto menyebut, sekitar empat BUMN diusulkan untuk masuk dalam program privatisasi 2011 melalui mekanisme penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO). Keempat BUMN tersebut, yakni PT Jasindo, PT Hutama Karya, PT Inti, PT Semen Baturaja.
“Itu masih belum final. Kita harapkan, bisa 7-10 BUMN karena pasar modal sedang bagus,” ujar Mustafa Dengan masuknya BUMN ke lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) diharapkan bisa meningkatkan kapitalisasi pasar di bursa. Saat ini, jumlah BUMN yang tercatat di lantai bursa sebanyak 17 BUMN, namun nilai kapitalisasinya cukup besar mencapai 30 persen.
Mustafa menambahkan, dalam rapat tersebut juga akan dibahas mengenai kelanjutan konsolidasi antara tiga BUMN farma, yakni PT Indofarma Tbk (INAF), PT Kimia Farma Tbk (KAEF), dan PT Biofarma (Persero).
Dia berharap, bentuk konsolidasi ketiga BUMN farmasi itu bisa segera ditentukan, apakah melalui akuisisi, pengabungan (merger) atau pembentukan induk usaha (holding).
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.