JAKARTA - PT Megapolitan Development bakal membangun dua tower yang berkapasitas 280 unit apartemen di Urbana Karawaci. Dana yang dibutuhkan untuk proyek tersebut adalah sebesar Rp200 miliar.
Direktur Megapolitan Development Laniawati S Matita menjelaskan jika dana tersebut tidak akan mempergunakan dana hasil initial public offering (IPO) perseroan. Dia mengatakan dananya akan diambil dari kas internal perseroan.
"Dananya tidak diambil dari hasil IPO. Tapi dari kas internal kita," jelasnya kepada okezone di Jakarta, Rabu (5/1/2011).
Selain dari kas internal, dia mengatakan jika pihaknya memiliki pinjaman siaga (standby loan) dari perbankan yang bisa digunakan. Sekarang ini, dia mengaku memiliki komitmen pendanaan dari Bank Syariah Mandiri (BSM) dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN). "Untuk proyek itu, sudah ada pinjaman siaga dari BSM dan BTN," ungkapnya.
Sebelumnya, perseroan telah mengembangkan lima tower dengan 722 unit apartemen di Urbana Karawaci. "Kita berencana akan menambah dua tower. Dana untuk penambahan tower tersebut sebagian dari IPO," kata Wahyu.
Seperti diketahui, perseroan akan melepas sekira 850 juta saham ke publik. Harga yang ditetapkan sebesar Rp250 per saham. Dengan demikian, nilai IPO tersebut Rp212,5 miliar.
Adapun penggunaan dana hasil penawaran umum saham perdana dana yang diperoleh dari penawaran saham ini 60 persen akan dialokasikan untuk pengembangan proyek yang dilakukan oleh anak perusahaan dengan rincian 36 persen akan digunakan untuk mendanai sebagian dari biaya pembangunan apartemen, lifestyle center dan hypermarket pada proyek Puri Cinere, Depok dan sekitar 24 persen akan digunakan untuk mendanai sebagian dari biaya pembangunan meliputi townhouse, commercial area, shopping arcade, apartemen, rumah sakit, sekolah, dan infrastruktur pada proyek Cimandala City, Sentul.
Sementara sisa dana 40 persen digunakan untuk pengembangan proyek perumahan dan komersial, kantor, sarana dan prasarana penunjang serta modal kerja Perseroan lainnya, dengan rincian 15 persen akan digunakan untuk pembangunan perumahan Tatya Asri, Sentul. Sekira lima persen digunakan untuk pembangunan perumahan di Graha Cinere, Depok.
Sekira delapan persen untuk pembangunan ruko di Tatya Asri, Sentul dan empat persen untuk pembangunan club house di Tatya Asri, Sentul. Sekira delapan persen untuk modal kerja perseroan antara lain untuk biaya karyawan dan biaya utilities.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.