Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisruh Libya Bakal Dimanfaatkan Spekulan Minyak

Martin Bagya Kertiyasa , Jurnalis-Selasa, 22 Februari 2011 |19:08 WIB
Kisruh Libya Bakal Dimanfaatkan Spekulan Minyak
Ilustrasi. Foto: Corbis
A
A
A

JAKARTA - Konflik yang terjadi di Libya menjadi ajang para spekulan minyak untuk menaikkan harga produksi minyaknya.

Pengamat Ekonomi Bidang Perminyakan Priagung Rahmanto membenarkan jika konflik yang terjadi memang akan digunakan para spekulan untuk menaikkan harga.

"Pasti ada kenaikan dari spekulan. Mereka pasti menggunakan dampak Libya ini untuk menaikkan harga minyak, kemarin kan sudah naik," jelas Priagung kala dihubungi okezone, di Jakarta, Selasa (22/2/2011).

Namun demikian, Priagung mengatakan bila impor Indonesia tidak akan terpengaruh karena produksi minyak di Libya tidak besar. "Tidak ada pengaruh ke impor kita, karena impor minyak dari Libya hanya 1,6 juta barel per hari," tambahnya.

Lebih jauh, dia menjelaskan jika Pertamina juga belum mempunyai kontribusi minyak berarti di Libya. "Selain itu Indonesia kan hanya memiliki tanah di sana  itu juga belum beroperasi," ungkapnya.

Akan tetapi, Priagung menilai ini tidak akan berlangsung lama kecuali jika konflik ini terus merembet ke negara-negara tetangga, pasalnya setelah Mesir kini Libya yang mengalami konflik. "Akan tetapi ini tidak akan berlangsung lama, kecuali ada konflik ini merembet ke negara Timur Tengah lainnya," tutupnya.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement