Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Realisasi Lifting Minyak Semakin Bebani APBN

Martin Bagya Kertiyasa , Jurnalis-Kamis, 26 Mei 2011 |16:39 WIB
Realisasi Lifting Minyak Semakin Bebani APBN
Ilustrasi
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Keuangan mengungkapkan jika target lifting hanya 933 ribu barel per hari (bph) atau 96 persen dari asumsi pemerintah, maka defisit pada APBN akan lebih besar ketimbang kenaikan harga minyak dunia.

Kepala Badan Kebijkan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Bambang PS Brojonegoro mengungkapkan dengan lifting yang berada di 933 ribu bph dan maksimal 945 ribu bph akan lebih membebani anggaran dibandingkan dengan melambungnya harga minyak dunia saat ini.

"(Lifting 933-945 ribu bph) Akan menambah defisit (anggaran) dengan dampak yang lebih berat dibandingkan kenaikan harga minyak internasional," ujar Bambang lewat pesan singkatnya di Jakarta, Kamis (26/5/2011).

Namun demikian Bambang menjelaskan, saat ini defisit masih terbantu dengan adanya  apresiasi rupiah yang jauh di bawah asumsi pemerintah sebesar RP9.250 per USD. "Meski ada kompensasi dari penguatan nilai rupiah," tambahnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) R. Priyono memaparkan target lifting minyak 2011 diprediksikan hanya mencapai 933 ribu bph. Jumlah ini mencapai 96 persen dari targetkan yang ditetapkan sebesar Rp 970 ribu bph.

Berdasarkan data riil April 2011 dan potensi proyek baru serta optimasi produksi, maka lifting minyak maksimal hanya mencapai 945 ribu bph tahun ini. Pri melanjutkan, usaha tersebut selalu terganggu dengan adanya fluktuasi produksi, dimana tahun ini diusahakan ditekan sampai setinggi-tingginya 12 ribu bph. "Sehingga masih berpotensi produksi rata-rata minimal sebesar 933 ribu bph," ungkap Priyono.

(Widi Agustian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement