Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Potensi Ekonomi Pasar Skow di Perbatasan Papua

Gina Nur Maftuhah , Jurnalis-Minggu, 26 Juni 2011 |12:05 WIB
Potensi Ekonomi Pasar Skow di Perbatasan Papua
Foto: Marieska/okezone
A
A
A

JAKARTA - Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengunjungi pasar percontohan Skow di Jayapura yang terletak di perbatasan Indonesia dan Papua New Guinea (PNG). Pasar ini diharapkan akan menjadi salah satu pasar percontohan, karena diharapkan dapat meningkatkan aktivitas ekspor produk ke PNG yang pada tahun lalu saja mencapai USD202,430.

“Pasar Skow mempunyai lokasi yang sangat strategis dan berpotensi untuk meningkatkan ekspor karena pembelinya mayoritas penduduk Vanimo, ibu kota Provinsi Sundaun yang merupakan wilayah perbatasan Indonesia dengan PNG,” ujar Mari Elka seperti dikutip dari siaran pers yang diterima okezone, Minggu (26/6/2011).

Melihat potensi ini, menurutnya, semakin bagus kondisi fisik dan pengelolaannya maka akan semakin menarik banyak warga PNG untuk menyeberang dan berbelanja memenuhi kebutuhannya. Diharapkan, warga PNG tidak hanya berbelanja produk kebutuhan sehari-hari tetapi juga sandang dan elektronik. Pasar ini juga dapat berfungsi memperkenalkan kuliner khas Indonesia kepada masyarakat PNG.

“Ke depan, Kemendag dengan koordinasi dan kerjasama dengan kementerian terkait, Pemda, perbankan dan swasta, akan lebih banyak mengembangkan lagi pasar di perbatasan. Hal ini penting bukan saja dari segi ekonomis masyarakat setempat tetapi juga secara politis karena letak wilayah di perbatasan Indonesia dengan negara tetangga,” lanjut Mari.

Pasar Skow adalah pasar ke-9 dari 10 pasar yang akan direvitalisasi untuk dikembangkan menjadi pasar percontohan oleh Kemendag. Sebelumnya, Mari telah  mengunjungi Pasar Pangururan di Kab Samosir, Pasar Lambocca di Kab Bantaeng, Pasar Pattalassang di Kab Takalar, Pasar Grabag di Kab Purworejo, Pasar Cokro Kembang di Kab Klaten, Pasar Minulyo di Kab Pacitan, Pasar Agung di Kota Denpasar, serta Pasar Panorama Kota Bengkulu.

Pedagang Pasar yang berada di Distrik Muaratami Jayapura Papua saat ini beraktivitas di dua lokasi, di depan marketing point dan di area Lon Chin. Kemendag bermaksud merelokasi seluruh pedagang yang berada di kedua area tersebut dan menempati sebuah pasar baru yang telah dibangun dan akan diselesaikan tahun ini.

“Selain renovasi dari aspek fisik, asistensi teknis dan pemberdayaan pelaku pasar dari pemerintah pusat melalui Ditjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag akan dilakukan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan pasar untuk meningkatkan kesejahteraan para pelaku perdagangan di pasar tersebut,” tandas Mari.

Sebagai informasi, Kemendag tahun ini 2011 ini mengalokasikan anggaran sebesar Rp88 miliar untuk pembangunan 10 target pasar percontohan di 10 kabupaten/kota. Pembangunan Pasar Skow sendiri Kemendag mengalokasikan Rp10 miliar. (nia)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement