JAKARTA - Pemerintah menyatakan telah menyiapkan setidaknya Rp2,2 triliun untuk stabilisasi harga bahan di pasar.
"Awalnya kita punya cadangan Rp2 triliun. Digunakan untuk Puso Rp380 miliar. Kemudian ada tambahan dari APBNP Rp600 miliar. sehingga totalnya saat ini Rp2,2 triliun. Dana stabilisasi Rp2,2 triliun. ini yang nanti yang akan digunakan," ungkap Menteri Perekonomian, Hatta Rajasa, saat konferensi pers seusai rapat ketahanan pangan, di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (3/8/2011).
Maka dari itu, pemerintah terus memantau perkembangan dan stabilisasi harga bahan pokok di Tanah Air. selain itu, pemerintah juga menyatakan jika ketersediaan bahan pokok dinyatakan aman.
"Pemerintah terus memantau perkembangan dan stabilisasi harga di Tanah Air. Ketersediaan bahan pokok aman. Dari perkembangan harga, ada yang menurun lebih dari lima persen seperti cabai rawit. 1-5 persen seperti cabai merah, gula, minyak goreng," katanya.
Dijelaskannya, ada bahan pokok tertentu yang saat ini masih dalam upaya stabilisasi seperti daging ayam dan daging sapi. "Yang masih menjalani kenaikan dan upaya stabilisasi adalah daging ayam, sapi dan kedelai. Kalau telur harganya sudah mulai turun," jelasnya.
Diakuinya, stabilisasi yang dilakukan cukup berhasil dalam menahan laju kenaikan harga bahan pokok tersebut. "Stabilisasi cukup berhasil agar tidak terjadi kenaikan. ketersdian Bulog cukup aman untuk penyediaan dalam negeri," imbuhnya.
Hatta juga menyatakan jika stabilisasi tersebut akan terus dilakukan dimana akan menggandeng pemerintah daerah terkait, perusahaan BUMN.
"Operasi pasar terus dilakukan untuk daerah yang mengalami kenaikan pasar murah. Bekerja sama dengan BUMN, Pemda serta perusahaan besar yang terkait dengan bahan pokok," tandasnya.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.