Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Inilah Alasan Karyawan Freeport Gelar Demo Lagi

Widi Agustian , Jurnalis-Rabu, 07 September 2011 |08:59 WIB
Inilah Alasan Karyawan Freeport Gelar Demo Lagi
Logo Freeport
A
A
A

JAKARTA - Pertemuan antara karyawan dan manajemen PT Freeport Indonesia sebenarnya telah terjadi. Tapi, karyawan perusahaan tambang tembaga dan emas di Papua tersebut bakal kembali menggelar demonstrasi pada 15 September mendatang, apa sebab?

Ketua Bidang Organisasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Freeport, Virgo Salossa, mengungkapkan demo yang terjadi selama dua minggu pada Juli lalu pun tampaknya akan digelar kembali lantaran tidak terjadi titik temu antara karyawan dan menajemen.

"Perusahaan yang katanya beritikad baik mau melakukan negoisasi, tapi karyawan tidak bisa menerima paket yang diajukan perusahaan," jelas Virgo saat dihubungi okezone dari Jakarta, Rabu (7/9/2011).

Dia menjelaskan jika konsep paket kenaikan gaji untuk 23 ribu karyawan Freeport yang diajukan manajemen berbeda dengan konsep yang diusulkan oleh karyawan. Manajemen, lanjut dia, hanya menawarkan kenaikan gaji sebesar 11 persen pada tahun 2011 ini, dan dilanjutkan dengan kenaikan dalam jumlah yang sama 11 persen pada tahun 2012 mendatang.

"Kenaikan itu (versi manajemen) mengacu kepada inflasi yang terjadi," ungkap dia.

Konsep itu, kata dia sangat berbeda dengan apa yang diajukan oleh karyawan. Virgo mengatakan karyawan menginginkan kenaikan gaji didasarkan pada kondisi perusahaan. Dia menjelaskan, sekarang ini rata-rata Freeport meraup keuntungan Rp74 triliun per tahun. "Dan 23 ribu karyawan Freeport cuma dapat sekira Rp1,3 triliun," tegas dia.

"Kami melihat ini terlalu jauh dari yang kami harapkan. Yang kami harapkan dengan bekerja di perusahaan multiinternasional seperti Freeport ini adalah gaji yang sesuai dengan kondisi perusahaan," beber dia.

Karyawan Freeport di Timika selama ini mendapat upah rendah. Selisih upahnya mencapai USD30 per jam. Menurut data pihak SPSI mereka hanya dibayar USD1,5-USD3 per jam. "Kami minta agar kami diupah sebesar USD17-43 per jam, kami tidak minta sampai USD73 per jam. Kami hanya ingin gaji kami ikut seperti gaji karyawan Freeport yang lainnya," jelas dia.

Sebelumnya, ribuan pekerja PT Freeport Indonesia mulai kembali bekerja, mengakhiri akso mogok kerja yang berlangsung hampir dua minggu dimulai dari tanggal 4 Juli. Dihentikannya aksi tersebut seiring dengan langkah manajemen Freeport McMoRan yang setuju untuk kembali memperkerjakan enam karyawan yang dipecat dan membuka kembali negosiasi tentang upah dan tunjangan pada 20 Juli mendatang.

hampir sebanyak 10 ribu karyawan perusahaan tambang dengan cadangan emas terbesar di dunia itu ambil bagian dan aksi yang dimulai 4 Juli lalu dan berhasil membawa manajemen untuk bertekuk lutut.

(Widi Agustian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement