Konsumen Negara Berkembang Habiskan Uang untuk Liburan

Selasa, 1 November 2011 17:54 wib
Ilustrasi
Ilustrasi
JAKARTA - Managing Director Nielsen Catherine Eddy mengatakan, tiga hal yang mempengaruhi konsumen di negara-negara berkembang adalah ekonomi, utility bills, dan pekerjaan. Sedangkan di negara-negara yang pasarnya baru berkembang adalah pekerjaan, harga makanan dan ekonomi.

Konsumen di negara berkembang menghabiskan uangnya untuk liburan, membayar tagihan, membeli baju baru, dan tidak mempunyai uang cadangan. "Konsumen di negara yang pasarnya baru berkembang menghabiskan uangnya untuk membayar tagihan, membeli baju baru, berlibur, dan hiburan," katanya, di Jakarta, Selasa (1/11/2011).

Catherine menuturkan, sebesar 60 persen konsumen di seluruh dunia yang mempunyai akses internet mereview mengenai produk yang pernah digunakannya. Sedangkan 70 persen konsumen di Amerika Serikat (AS) menggunakan internet dan televisi secara serentak.

Managing Director Retail dan Shopper Practice Nielsen APMEA Anson Dichaves menambahkan, ada tujuh misi yang dimiliki oleh konsumen ketika mereka berbelanja, yakni untuk belanja besar setelah menerima gaji, belanja cadangan, masak hari ini, kesempatan istimewa, belanja mendadak, ada penawaran istimewa, dan jalan-jalan.

“Misi berbelanja adalah alasan kenapa konsumen memutuskan untuk pergi berbelanja dan memenuhi tujuan mereka ketika berbelanja,” tandasnya. (Sandra Karina/Koran SI/wdi)
TWITTER »
twit