JAKARTA - Direktorat Jenderal Pajak menilai masih banyak kendala-kendala yang dihadapi panitia Sensus Pajak Nasional (SPN). Salah satunya adanya free riders (penumpang gelap) yang mengatasnamakan pegawai Ditjen Pajak.
Demikian disampaikan Direktur Penyuluhan dan Bimbingan Pelayanan Hubungan Masyarakat Dirjen Pajak, Dedi Rudaedi yang ditemui dalam jumpa pers di kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Jumat (4/11/2011).
"SPN kita masih hadapi kendala, antara lain adalah free riders atau penumpang gelap yang mengatasnamakan pegawai Ditjen Pajak," ujar Dedi.
Menurutnya, pegawai abal-abal itu memasuki daerah perumahan. Padahal untuk tahun ini, segmentasi SPN bukan pada pemukiman melainkan sektor sentra bisnis usaha.
"Ketika saya di kanwil jabar I ada di Bandung dan Purwakarta. Ada oknum yang kemudian mendatangi ke rumah-rumah pemukiman, padahal tahun ini tidak ke perumahan, tapi ke sentra bisnis," tegasnya.
Namun, pihaknya meminta maaf karena kurang gencarnya sosialisasi sehingga masyarakat masih awam terhadap program ini. "Di sisi lain, permohonan maaf kita karena sosialisasi kita kurang gencar," tambahnya.
Ke depannya, pihaknya akan segera menyosialisasikannya agar masyarakat teredukasi dan mengerti tujuan dari SPN.
"Kita harapkan hasil lebih baik kalau ada pemahaman yang baik dari masyarakat. Kan selalu ada anggota masyarakat yang resisten terhadap apapun yang dilakukan ditjen pajak, termasuk SPN ini," katanya.
Ia juga menegaskan, akan bekerja sama dengan pemerintah daerah terkait untuk membantu program SPN agar lebih baik lagi.
"Kita harus bisa lebih meningkatkan kerja sama kita dengan penguasa wilayah kepala daerah, perlu ada kerja sama intens agar pelaksanaan SPN lebih baik," pungkas Dedi.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.