Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Hingga Akhir Tahun

Ekspor Mamin Ditargetkan Naik 15%

Sandra Karina , Jurnalis-Senin, 07 November 2011 |18:20 WIB
Ekspor Mamin Ditargetkan Naik 15%
Ilustrasi. Foto: Corbis
A
A
A

JAKARTA - Ekspor makanan dan minuman (mamin) pada tahun ini ditargetkan bisa naik sekira 15 persen dari realisasi tahun lalu yang sebesar USD3,2 juta.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S Lukman menuturkan, meski ekspor makanan dan minuman ke Amerika Serikat (AS) dan Eropa masih relatif kecil, namun krisis yang terjadi di dua wilayah itu tetap harus diwaspadai karena bisa memengaruhi pertumbuhan industri.

Dia memperkirakan, pertumbuhan industri makanan dan minuman nasional pada tahun depan tidak akan melebihi 10 persen.

"Tetap ada pertumbuhan, tapi tidak sebesar tahun ini. Ekspor makanan dan minuman ke Eropa saat ini sekira USD200 juta. Sedangkan ke AS lebih besar dari itu. Ekspor ke Jepang juga relatif kecil,” tuturnya, di Jakarta, Senin (7/11/2011).

Saat ini, lanjutnya, produsen makanan dan minuman nasional tengah membidik pasar ekspor baru seperti Timur Tengah dan Afrika. Untuk itu, kata dia, dibutuhkan adanya inovasi produk sehingga bisa memenuhi kebutuhan negara tujuan ekspor.

"Sekarang berupaya ekspor ke Timur Tengah dan Afrika. Sehingga, kami perlu melakukan inovasi produk yang disesuaikan dengan kebutuhan negara tujuan ekspor,” tuturnya.

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement