Kemendag : Waspadai Spekulan di Pasar Timah Indonesia!

Saugi Riyandi - Okezone
Kamis, 15 Desember 2011 17:40 wib
Ilustrasi
Ilustrasi
JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mewaspadai adanya spekulan dalam pergerakan pasar yang terorganisir seperti penentuan harga timah acuan tersebut.

Hal ini disampaikan Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Bayu Krisnamurthi saat ditemui dalam acara peresmian Pasar Timah Indonesia di The Capital Building, Jakarta, Kamis (15/12/2011).

"Tujuan INATIN (acuan harga timah) membuat end user bisa langsung beli timah kita ini langkah strategis. Tapi harus saya beri warning, pasar terogranisasi seperti ini adalah ruang hidup spekulan, di semua organize market justru derivatif dan spekulasi yang bermain," ujar Bayu.

Menurutnya jika ada spekulan, maka usahakan agar dicegah sedini mungkin sehingga perdagangan makin baik ke depannya. "Tapi siapa yang bisa cegah spekulan masuk di spot, kalau ada spekulan, harus ada peralihan fisik, itu bisa sedikit mencegah," jelasnya.

Terkait moratorium ekspor timah, Bayu mengatakan pihaknya masih akan terus memantau perkembangannya karena saat ini pasar Indonesia sangat bebas atau bisa dilakukan dengan penandatangan kontrak dari pemerintah ke pemerintah.

"Opsi moratorium datang dari pelaku secara self regulated, tetapi pemerintah pikirkan untuk mem-banned ekspor. Kebijakannya ada di saku pemerintah. Opsi lain dengan menetapkan bea keluar, opsi yang lain adalah sama yang dilakukan G to G contract," jelasnya.

Dirinya berharap, dengan ada harga acuan ini diharapkan jadi pasar spot yang harus dengan transaksi, dan tetap mempertimbangkan lakukan serangkaian kebijakan perdagangan lain untuk pastikan kepentingan negara bisa tercapai dengan komiditi yang sangat penting.

"Kita buka opsi strategi bersama untuk timah. Kita akan jadikan ini rumusan secara berkala lalu kita evaluasi dan terapkan policy-nya," pungkas Bayu. (wdi)
TWITTER »
twit