93 Perusahaan Ancam Hengkang dari Tangerang

Amba Dini Sekarningrum - Okezone
Rabu, 1 Februari 2012 21:03 wib
Ilustrasi. Foto: Corbis
Ilustrasi. Foto: Corbis
TANGERANG - Puluhan pelaku usaha di Kabupaten Tangerang mengancam hengkang dan mencabut investasinya dari Tangerang dan sekitarnya.

Niatan para penanam modal ini muncul setelah melihat situasi usaha di Tangerang yang makin tak kondusif pasca dikeluarkannya SK Gubernur Banten Terkait terkait revisi Upah Minimum Kabupaten (UMK) dan Upah Minimum Sektoral (UMS) yang berujung pada maraknya aksi demo buruh.

Perihal niatan hengkangnya para penanam modal ini diakui Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Tangerang Heri Heryanto membuat pihaknya mulai khawatir.

"Kami banyak mendapat laporan dari perusahaan yang keberatan menerapkan UMK. Dan, sebagian dari perusahaan itu mengancam akan hengkang,” kata Heri.

Hingga saat ini dari data yang masuk ke Disnaker Kabupaten Tangerang ada sebanyak 93 perusahaan sudah menyatakan keberatan dengan pemberlakukan upah sektoral yang ada dalam revisi SK Gubernur Banten tersebut.

"Sebenarnya pelaku usaha keberatan dengan pemberlakuan UMS, karena menambah beban bagi perusahaan. Kebanyakan dari mereka sudah bernial alih wilayah ke Cikampek atau Sukabumi," terangnya lagi.

Pemerintah Kabupaten Tangerang sendiri, kata Heri, sangat berharap kisruh antara buruh dan para pengusaha yang terjadi saat ini bisa segera menemukan solusi.

Untuk diketahui, Apindo Kabupaten Tangerang telah melayangkan gugatan ke PTUN Bandung terkait SK Gubernur Banten tentang revisi upah regional Kabupaten Tangerang, sebesar Rp1,527 juta dan penetapan upah sektoral. (ade)
  • ibnu » 0 Tanggapan
    ini semua kesalahan pemerintah, coba pemerintah tidak korupsi, pasti buga kredit kita murah dan biaya pengurusan masuk ke kas negara jadi pengusaha ngak harus menekan biaya dari upah karyawan.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Pengusaha » 0 Tanggapan
    Buat apa berinvestasi di tempat rusuh sudah untung dikasih pekerjaan mau nganggur mau jadi apa!!! Klo memang ndak mau jadi buruh ya ndak usah jadi buruh tingkatkan pendidikan biar kalian para buruh jadi pintar dan ndak jadi buruh terus.... Ingat klo ndak ada pengusaha buruh mau makan apa!!!
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Herry » 0 Tanggapan
    seluruh aparatur gubernur seIndonesia harus kompak membela buruh,biarkan parapengusaha itu menantang..kalo perlu tantang kembali karna mereka adalah para pengusaha yg serakah,mereka hidup bermewah2 diatas kesengsaraan para pegawainya...sungguh sangat2 menyedihkan
    Beri Tanggapan Laporkan
  • ayodemolagi » 0 Tanggapan
    AYO DEMO LAGI YUK...NTAR KALO PERUSAHAANNYA PADA KABUR KITA PARA BURUH BIKIN PERUSAHAAN SENDIRI AJA KALI YA......PT DEMOCRAZY TBK......KAKAKAKAKA
    Beri Tanggapan Laporkan
  • ary » 0 Tanggapan
    kekisruhan hnya akan menimbulkan kehancuran dlm negara............,wlpun sy sndri org indonesia tpi melihat kekisruhan macam itu malu.....,mereka tu hnya di permainkan oleh emosional yg tinggi dan akhirnya akan menyesal di kemudian hri krn mungkin pengusaha2 akan mundur dan mencari tempat lain utk menanam kan modal........,hapuskanlah jiwa2 anarkis d negara kt....,jngan buat malu negara sendiri.....,kl hal2 macam ni msh berlaku...,negara kita akan di ketawakan negara2 lain......,budayakan hidup sehat,rapi,dan teratur smua permasalahan bs di selesaikan secara baik2..,bukan dgn kekerasan................,
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit