Upah Buruh RI Diklaim Terendah Dibanding Thailand & Vietnam

Idris Rusadi Putra - Okezone
Senin, 6 Februari 2012 15:34 wib
Ilustrasi: Corbis
Ilustrasi: Corbis
JAKARTA - Ketidakpastian upah buruh merupakan salah satu faktor penghambat dalam mendatangkan investasi ke Indonesia. Padahal upah Indonesia masih sangat murah dibandingkan negara lain seperti Vietnam dan Thailand.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan menjelaskan investor sangat membutuhkan kepastian agar kejadian seperti kemarin (demo) tidak terulang lagi.

"Upah buruh masih relatif murah dibandingkan Tiongkok, Vietnam. Ke depan jangan upah saja tapi mengenai kepastian. Kami semangat dengan Kementrian Perindustrian agar harus diperkokoh posisi negosiasi buruh pemerintah usaha," ungkap Gita ketika ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (6/2/2012).

Lebih lanjut, Gita menjelaskan kepastian mengenai upah harus diselesaikan dengan cepat karena ditakutkan akan menghilangkan momen baik, saat Indonesia merupakan salah satu tujuan investasi yang menjanjikan di mata investor.

"Investor butuh kepastian, jangan sampai dia masuk terjadi kejadian yang tidak diinginkan. Kalau ini tidak disikapi momentumnya bisa hilang, akan sangat disayangkan investor dari Taiwan yang kecewa dengan Vietnam, mereka relokasi ke Indonesia, kalau kita tidak tegas mereka bingung," tambah Gita.

Sebelumnya Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menargetkan investasi 2012 akan mencapai angka Rp290 triliun. Angka ini optimis tercapai dengan akan adanya rerating atau peringkat ulang oleh lembaga pemeringkat yang memberikan nilai positif untuk dunia investasi.

Gita Wirjawan yang juga menjabat sebagai Menteri Perdagangan menjelaskan Indonesia saat ini sudah masuk dalam club USD1 triliun yang anggotanya seperti Tiongkok, Brasil, China, Rusia, serta Turki.

"Kita optimistis mengingat akan terus terjadi re rating lembaga peringkat, dan juga Indonesia sudah masuk dalam club USD1 triliun," jelasnya.

Tahun ini, Indonesia akan melakukan promosi untuk realisasi investasi yang akan jauh lebih baik dari tahun sebelumnya. Gita bahkan menyebut India saat ini mulai takut dengan Indonesia.

"Beberapa waktu lalu menteri dari India mengumumkan mereka khawatir akan disusul oleh Indonesia dalam menarik investasi dan kepentingan lainnya," pungkasnya. (gna)
(rhs)
TWITTER »
twit