Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

"Biarkan Swasta Mengembangkan Kilang Minyak Selayar"

Saugi Riyandi , Jurnalis-Kamis, 16 Februari 2012 |16:30 WIB
Ilustrasi. Corbis.
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah mengatakan pengembangan kilang baru di Selayar, Sulawesi Selatan, akan lebih baik diolah swasta ketimbang PT Pertamina (Persero) dan lebih baik kembangkan sisi hulu daripada hilirnya.

Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo mengatakan, ada perusahaan yang mau mengembangin kilang di Selayar, Sulawesi Selatan, yakni perusahaan swasta Yang impor minyak dari Kuwait.

"Itu kan rencana lama (pengembangan kilang) kenapa opsi itu tidak kita pertimbangkan juga. Kalau Pertamina susah swasta bisa kenapa tidak swasta, biarlah Pertamina mengurus yang namanya Natuna atau apalah itu," ujar dia di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (16/2/2012).

Dia mengatakan, Pertamina lebih baik mengembangkan sisi hulunya saja ketimbang harus memikirkan sisi hilir yang untungnya sangat kecil. "Ya tidak harus tapi kalau Pertamina bisa ya iya tapi portofolionya lebih menguntungkan yang hulu menurut saya. Soalnya yang hilir itu untung sedikit," tutur dia.

Dia menambahkan, untuk menarik minat swasta tersebut, tidak ada salahnya pemerintah memberikan insentif, dalam artian pengurangan pajak. "Intinya begitu. Dari pada kita impor 500 ribu barel per hari. Kalo gak salah Selayar itu kapasitasnya 250 ribu barel per hari, daripada kita impor lebih baik bikin di sini untuk ketahanan energi nasional kita," tegasnya.

Lebih jauh Widjajono menjelaskan, dengan demikian maka pasokan minyak mentah impor dari Kuwait kemungkinan dapat lebih murah daripada harga ekspor. "Daripada kita impor BBM lebih baik kita impor minyak mentah, apalagi mungkin saja harga minyak kuwait itu lebih murah dari harga ekspor minyak kita," tegasnya.

Menurutnya, pemerintah harus memberikan izin kepada swasta dan pihak swasta dengan insentif agar dapat mengembangkan kilang tersebut. "Sekarang kasih sajalah insentif. Insentif kan pemerintah tidak perlu kasih duit, kan bisa pengurangan pajak saja," kata dia.
 
"Memang lama tapi kan kita harus pikir yang lebih rasional daripada kita impor BBM yang harganya mahal dan ketahanan ekonomi kita lemah, kenapa kita tidak kurangin saja pajak swasta. Hitung keekonomian saja kalau memang menguntungkan bangun kilang di indonesia kenapa tidak. Kita rasional sajalah. Daripada impor BBM 500 ribu barel per hari," tambahnya. (mrt)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement