JAKARTA - Managing Director Econit Advisory Group Hendri Saparini meminta pemerintah agar menyiapkan segala perangkat dan berbagai kebutuhan untuk pelaksanaan program konversi gas.
"Harus ada perencanaan yang matang, terutama untuk persiapan converter-nya," tegasnya, di Jakarta, Kamis (16/2/2012).
Dia mengingatkan agar program konversi gas tidak justru menciptakan ketergantungan baru kepada asing terkait fasilitas dan perangkat konversi gas. Selain itu, penggunaan gas juga harus bersumber dari hasil produksi gas dalam negeri. Bukan impor. Mengingat, cadangan gas nasional sangat melimpah. Sehingga, kemandirian energi nasional dengan sendirinya akan tercipta.
"Jangan sampai menciptakan ketergantungan baru pada asing. Sebenarnya, jika pemerintah serius dan profesional menggali potensi energi nasional, tentu kita bisa mandiri. Masalahnya kebijakan energi pemerintah yang sampai saat ini belum pro rakyat," ingatnya.
Sementara itu, sejumlah aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Peduli Energi Gas (MPEG), melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Kementerian ESDM, Kamis kemarin. Mereka mendesak Menteri ESDM Jero Wacik untuk segera merealisasikan program konversi BBM ke BBG.
Menurut Koordinator Aksi, Arya Budiman, konversi BBM ke BBG itu adalah pilihan yang sangat logis. Alasannya, cadangan gas nasional sangat besar, namun pemanfaatnya belum maksimal bagi rakyat. Padahal, dampak positifnya sangat signifikan. Selain harganya jauh lebih murah, juga bisa mengurangi polusi udara yang saat ini telah melewati ambang batas.
“Bangsa ini punya kekayaan alam dalam bentuk cadangan gas yang luar biasa besar. Namun yang menikmati malah orang lain dengan harga yang sangat murah. Kenapa kita begitu bodoh dan pemerintah mengabaikan kenyataan ini,” ujarnya.
Menurut Arya, konsepsi pelaksanaan penggunaan BBG ini menjadi tanggung jawab Pemerintah, khususnya Menteri ESDM, sebagai penanggungjawab sektor energi. “Jangan hanya sibuk propaganda, tapi rakyat di luar sana semakin sengsara. Pemerintah harus segera mengambil langkah yang jelas dan nyata. Bila Menteri Jero Wacik tak mampu mengurus masalah ini, rapot biru yang digembar-gemborkannya harus dipertanyakan,” pungkasnya.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.