JAKARTA - Pengusaha tidak sepakat dengan rencana pemerintah untuk menaikkan tarif dasar listrik (TDL) tahun ini. Menurutnya, PT PLN (Persero) seharusnya dapat memaksimalkan program listrik 10 ribu megawatt (mw) dengan menggunakan batu bara.
"Sebenarnya saya kurang setuju dengan kenaikan listrik karena listrik kita di samping PLN sudah untung, kemarin kan (PLN) sudah bilang untung Rp11,7 triliun. Sebenarnya PLN kalau dilaksanakan rencana 10 ribu mw dengan batu bara kemudian mengganti sebagian dengan gas, enggak ada lagi yang perlu dinaikkan," ungkap Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofyan Wanandi di Graha Niaga, Jakarta, Senin (27/2/2012).
Di 2011 lalu, PLN memang melaporkan pihaknya meraup keuntungan sebesar Rp11,7 triliun. Sofyan menilai angka ini sudah cukup besar, sehingga kenaikan listrik dinilai akan terlalu memberatkan industri skala mikro, kecil dan menengah (UKM).
"(Kenaikan TDL) itu yang paling banyak digunakan oleh industri kecil menengah kita terutama listrik untuk tukang jahit lalu BBM ini dibutuhkan untuk transportasinya," lanjut dia.
Kenaikan tarif dasar listrik sebesar 10 persen yang direncanakan pemerintah, lanjut Sofyan, juga akan mengakibatkan kenaikan upah buruh sebesar 30 persen. Jika dua rencana ini direalisasikan dan masih ditambah dengan kenaikan harga BBM subsidi, maka hal ini bisa mematikan usaha UMKM.
"Mati kita melawan barang-barang impor. Pemerintah harus bijaksana juga jangan naik-naik yang diperhitungkan secara jelas," tandas dia.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.