JAKARTA - Pemerintah membantah tudingan yang bahwa Indonesia merupakan sebuah negara yang proteksionis. Tanggapan tersebut disampaikan Menko Perekonomian Hatta Rajasa dalam menanggapi berita di media luar negeri bahwa Indonesia merupakan negara yang perfeksionis proteksionis atau melindungi produksi barang dalam negeri.
"Itu keliru, bahwa dibilang hattaconomics, Hatta itu perfectionis, protectionist dan semacamnya saya katakan bacalah MP3EI dengan baik, bagaimana saya roadshow Korea, Jepang, AS. Itu menunjukkan Indonesia pasar terbuka yang berkeadilan," ungkapnya kala ditemui dikantornya, Jakarta, Rabu (30/5/2012).
Hatta menjelaskan, meskipun Indonesia merupakan negara yang terbuka. Namun Indonesia pun tetap memiliki kepentingan nasionalnya sendiri dan hal tersebut berlaku di semua negara bukan hanya di Indonesia saja.
"Tapi tidak ada negara di dunia ini yang tidak memiliki national interest. Tetap saja negara memiliki kepentingan nasionalnya, tanpa harus menutup diri," paparnya.
Dirinya menilai bahwa Indonesia akan selalu terbuka pada semua investor yang akan berinvestasi di Indonesia.
"Kita welcome dengan Foreign Direct Investment (FDI), tidak betul kita semakin protect. Kita itu bukan Washington consensus ataupun Beijing consensus, kita Jakarta consensus yang tengah membuka diri berkeadilan," pungkasnya.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.