Wakil Presiden Boediono. (Foto: Okezone)
PONTIANAK - Badai krisis yang menghantam kawasan Uni Eropa (UE) nyatanya lebih buruk ketimbang krisis yang terjadi pada 2008. Pada 2008, krisis yang cepat surut.
"Situasi dunia, tidak terlalu baik, krisisnya sedikit berbeda, 2008 ledakan, tapi ada pebaikan yang cepat, kurang dari satu tahun, atau enam bulan sudah baik," kata Wakil Presiden Boediono saat silaturahmi Wakil Presiden Republik Indonesia dengan Forkorpimda, pejabat pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda se-provinsi Kalimantan Barat dan Perwira TNI/Polri di Pendopo Kegubernuran, Rabu (4/7/2012).
Hal tersebut bukan tanpa alasan. pertentangan politik di Eropa membuat kebijkan yang diambil menjadi tidak menentu. Contoh saja Jerman yang tidak mau ikut dalam obligasi zona euro, ataupun desakan agar YUnani keluar dari zona Euro.
Oleh karena itu, Wapres mengungkapkan kondisi krisis di Eropa lantaran tidak adanya sinkronisasi antara kebijakan politik dengan ekonomi. "Politik dan ekonomi enggak nyambung. Masalah khusus yang belum ada penyelesaiannya di Eropa, krisis itu berkepanjangan," jelas dia.
Selain itu, di Timur Tengah ada gejolak seperti di Suriah, seperti ada perang saudara. Situasi ketidakstabilan politik dan keamanan. "Kalau kita tidak menjaga makin parah lagi. Dampak krisis akan lebih parah lagi," tukas dia.
(mrt)