Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Privatisasi Pegadaian Diundur ke 2013

Iwan Supriyatna , Jurnalis-Jum'at, 03 Agustus 2012 |13:45 WIB
 Privatisasi Pegadaian Diundur ke 2013
Ilustrasi. (Foto: Corbis)
A
A
A

JAKARTA - Persiapan privatisasi PT Pegadaian (Persero) kembali mundur hingga 2013. Privatisasi ini, sebelumnya dijadwalkan dapat rampung 2012, agar dapat melangsungkan Initial Public Offering (IPO) pada 2013.

"Ini masuk program tahunan privatisasi 2013. Namun, kapan IPO-nya, kita belum tahu," ungkap Deputi Bidang Restrukturisasi dan Perencanaan Strategis BUMN, Achiran P Djayanto, di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (3/8/2012).

Achiran menambahkan, saat ini Kementerian BUMN tengah melakukan pengkajian ulang apa saja yang akan dipersiapkan serta persyaratan apa saja yang dilakukan oleh Pegadaian menuju privatisasi. Sebelumnya, Pegadaian diperkirakan paling cepat bisa melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir tahun ini.

Kementerian BUMN selaku pemegang saham penuh Pegadaian, akan segera mengajukan rencana tersebut kepada Komite Privatisasi. Usulan tersebut bisa diajukan sebagai usulan tambahan program privatisasi BUMN kepada Komite Privatisasi dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan proses menuju penawaran umum saham perdana (IPO) Pegadaian minimal bisa selesai dalam tiga hingga empat bulan.

Saat ini, pemerintah memang sedang mendata kemungkinan anak usaha BUMN untuk bisa melakukan IPO. Bila sudah masuk ke komite privatisasi, pemerintah nantinya akan mengkaji jumlah saham yang dilepas dan termasuk waktu yang tepat untuk IPO perseroan.

Data Kementerian BUMN menyebutkan, jumlah saham Pegadaian yang dilepas kepada publik sebesar 25-30 persen dengan perkiraan perolehan dana Rp5,3 triliun-Rp6,4 triliun.

Pegadaian memiliki kegiatan usaha meliputi penyaluran uang pinjaman berdasarkan hukum gadai, termasuk gadai efek, penyaluran uang pinjaman berdasarkan jaminan fidusia, pelayanan jasa titipan, jasa taksiran.

Selain itu, pegadaian juga bergerak dalam layanan jasa sertifikat dan perdagangan logam mulia, batu aji, serta jasa transfer uang, jasa transaksi pembayaran, dan jasa administrasi pinjaman.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement