Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Investasi MP3EI Rp500 T

Hatta: Kalimantan, Sang Raksasa yang Bangun dari Tidur

Amir Sarifudin , Jurnalis-Rabu, 24 Oktober 2012 |19:39 WIB
Hatta: Kalimantan, Sang Raksasa yang Bangun dari Tidur
Menko Perekonomian Hatta Rajasa. (Foto: Tangguh Putra/okezone)
A
A
A

BALIKPAPAN - Menko Perekonomian Hatta Rajasa menyebut seluruh proyek MP3EI di Kalimantan Timur (Kaltim) mempunyai total investasi Rp19 triliun. Hatta menyebut, provinsi Kalimantan, khususnya Kaltim, kini dinilai sebagai raksasa yang sudah bangun dari tidur.

"Dalam kunjungan saya ke Kalimantan Timur delapan tahun lalu, saya katakan Kalimantan jangan lah jadi sleeping giant, raksasa yang sedang tidur. Hari ini terbukti raksasa itu sudah bangun, tidak hanya menggeliat, tapi sudah mulai berlari," tukas Hatta, dalam pidatonya sebelum peresmian Pelabuhan Kariangau Kaltim dan ground breaking proyek MP3EI di Kaltim, yang digelar di Pelabuhan Karingau, Balikpapan, Rabu (24/10/2012).

Hatta menambahkan, investasi proyek MP3EI yang telah berjalan hampir dua tahun tercatat telah mencapai Rp500 triliun. Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi biaya distribusi utamanya di wilayah timur Indonesia.

Dia mengatakan, jumlah tersebut dihitung berdasarkan verifikasi data hingga Juni 2012 pada proyek yang telah di-ground breaking. Angka Rp500 triliun investasi yang telah masuk tersebut berasal dari 135 proyek yang terdiri atas 58 proyek sektor riil pada 22 bidang ekonomi yang diprioritaskan dan 77 proyek infrastruktur.

Ground breaking proyek itu tersebar pada enam koridor ekonomi dengan rincian Rp207,5 triliun di Koridor Jawa, Rp89 triliun di Koridor Sumatera, Rp104,4 triliun di Koridor Kalimantan, Rp82,2 triliun di Koridor Papua dan Maluku Kepulauan serta Rp4,6 triliun di Koridor Bali dan Nusa Tenggara.

"Diperkirakan jumlah (investasi) ini masih akan bertambah sekira Rp230 triliun hingga akhir tahun karena ada beberapa proyek yang pelaksanaan ground breaking-nya dijadwalkan dalam beberapa waktu ke depan," prediksinya.

Berdasarkan verifikasi dari Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (KP3EI), sambung Hatta, pembiayaan proyek tersebut 20,9 persen berasal dari BUMN, 47,9 persen berasal dari swasta, serta 15,8 persen berasal dari pemerintah yang dikhususkan untuk pembangunan infrastruktur.

Adapun sumber pembiayaan lain yakni campuran, skema kerja sama antara BUMN dan swasta atau investasi public private partnership (PPP), memberikan sumber pembiayaan investasi hingga 15,4 persen.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement