Samsung Pindahkan Pabriknya di Bekasi ke Thailand?

|

Widi Agustian - Okezone

Ilustrasi. (Foto: okezone)

Samsung Pindahkan Pabriknya di Bekasi ke Thailand?
JAKARTA - Pabrik Samsung Indonesia yang terletak di kawasan industri Jababeka, Kabupaten Bekasi dikabarkan akan hengkang dari Indonesia. Berdasarkan informasi, pabrik Samsung akan pindah ke Thailand dalam jangka waktu tiga bulan ke depan.

Hal tersebut seperti dituturkan sumber terdekat Okezone. Namun, saat dikonfirmasi, pihak Samsung tidak bisa dihubungi untuk mengomentari hal tersebut.

Okezone mencoba mengonfirmasi kabar tersebut ke Vice President Samsung Mobile Andreas Moritz Rompis. Namun telepon selularnya tidak aktif. Selanjutnya, Okezone menghubungi Product and Marcomm Samsung Willie Santoso. "Maaf, saya sudah tidak di corporate communication. Saya sudah ke bagian lain, coba tanyakan ke humasnya," ujar Willie kepada Okezone, Jumat (30/11/2012).

Okezone pun kembali menghubungi Corporate Marketing di Samsung Electronics, namun kembali susah dihubungi. Adapun hengkangnya Samsung dari Indonesia dikabarkan terkait dengan upah buruh serta keamanan investasi di Indonesia.

Sebelumnya, beberapa waktu lalu Vice President Samsung Mobile Andreas Moritz Rompis menanggapi aksi demo buruh meminta kenaikan upah yang dianggap dapat mempengaruhi investor untuk berinvestasi di Indonesia. Pasalnya, aksi sweeping dan anarkis tersebut menjadi keluhan dari para investor.

Andreas saat itu mengatakan, pihaknya tidak dapat menanggapi kejadian tersebut, dikarenakan belum mengetahui kebijakan yang dikeluarkan oleh Samsung.

"Saya enggak bisa jawab, karena saya tidak tahu kebijakan Samsung bagaimana, selain itu saya juga tidak tahu bagaimana statement dari Samsung," katanya kepada Okezone.

Saat ditanyakan kembali apakah aksi tersebut mempengaruhi Samsung untuk membuka pabrik di Indonesia, Andreas menjawab bahwa dia tidak dapat memberikan komentar apapun.

"Saya sejujurnya tidak bisa kasih komentar, saya harus tanya dulu posisinya Samsung bagaimana," jelas Andreas.

Aksi demo buruh meminta kenaikan upah beberapa waktu lalu, dianggap dapat mempengaruhi investor untuk berinvestasi di Indonesia. Pasalnya, aksi sweeping dan anarkis tersebut menjadi keluhan dari para investor.
(ade)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    PLN Tandatangani Kontrak Pembangunan PLTA Jatigede