>

BPS: Standar Hidup di Depok Memang Tinggi

|

Marieska Harya Virdhani - Okezone

Ilustrasi. (Foto: Okezone)

BPS: Standar Hidup di Depok Memang Tinggi
DEPOK - Badan Pusat Statistik (BPS) Depok mencatat jumlah warga miskin Depok pada 2011 sekitar 5,67 persen dari 1,8 juta jiwa. Sedangkan garis kemiskinannya berada pada pendapatan Rp 358.259 per bulan.

Angka ini dinilai lebih bagus dibanding Jawa Barat yang angka kemiskinannya mencapai 10,57 persen dan garis kemiskinan Rp226.097. Artinya, standar kehidupan di Depok terhitung tinggi.

"Faktor gaya hidup dan kebijakan ekonomi cukup berpengaruh. Standar kehidupan di Depok memang tinggi," kata Kepala Seksi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik Biro Pusat Statistik (BPS) Kota Depok, Bambang Pamungkas, Minggu (24/03/2013).

Tingginya harga kebutuhan pokok seperti komoditi bawang dan cabai, kata Bambang, ternyata tak berpengaruh pada konsumsi warga miskin di Depok. Pasalnya, pola hidup warga miskin tidak didasarkan pada jenis makanan yang hendak dimakan. Melainkan, mereka berpikir bahwa hari ini harus ada yang dimakan.

"Orang miskin berfikir hari ini harus makan, bukan hari ini mau makan apa. Ketika harga-harga naik, mereka akan cepat mengganti ke barang lainnya. Berbeda dengan golongan menengah keatas yang sangat terpaku pada harga sejumlah kebutuhan pokok," katanya.

Berdasarkan data, prosentase kemiskinan di Depok adalah Sawangan (4,5), Cipayung (3,98). Kecamatan Pancoran Mas (3,29), Bojong Sari (3,25), Tapos dan Limo (3,13). Sedangkan Cilodong (2,44), Cimanggis (1,8), Beji (1,58), Sukmajaya (1,57) serta Cinere (1,05). Persentase itu dipengaruhi dari pola masyarakat yang ada.

"Misalnya, status sosial ekonomi, pendapatan dan banyaknya perumahan mewah dalam satu wilayah. Seperti diketahui kawasan Cinere banyak dihuni golongan ekonomi menengah ke atas dan terdapat banyak perumahan elit di lokasi itu," kata dia.

"Banyak faktor yang menyebabkan daerah tersebut termasuk kategori miskin. Seperti mata pencaharian penduduk di wilayah itu dan kurangnya pemerataan pembangunan," tambahnya.

Menurut dia, garis kemiskinan, bisa turun jika harga kebutuhan pokok juga turun. Untuk itu penting agar inflasi tidak naik. "Karena jika inflasi naik, maka kebutuhan pokok naik dan garis kemiskinan juga meningkat," jelas Bambang.

Bambang menyebutkan bahwa inflasi di Depok pernah menempati posisi terburuk yakni berada di angka 7,97 persen pada 2010. Saat itu harga kebutuhan pokok jauh tidak stabil dibandingkan daerah lain.

"Pada 2011, inflasi turun di angka 2,97 persen dan naik lagi pada 2012 di angka 4,11 persen. Depok hanya dijadikan tempat tidur, sementara umumnya masyarakat banyak yang menghabiskan waktu dengan berbagai kegiatan di luar Depok. Namun, saat ini saya menilai warga Depok mulai mengisi kegiatannya di Depok, buktinya setiap weekend jalan dan mal di Depok selalu ramai," ungkapnya. (mrt)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Harga Emas Dunia Turun Disebabkan Penguatan Dolar