JAKARTA - Menyusul terbakarnya Wall Street, bursa regional Asia memerah. Tak ayal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung dibuka melemah 20,10 poin dan 0,37 persen di 4.961,48.
Di Wall Street, indeks Dow Jones, S&P dan Nasdaq kompak di jalur merah. Hal tersebut menyeret Straits Times melemah 8,03 poin di 3.313,71, Nikkei turun 184,01 di 12.177,64 dan Hang Seng di 22.337,49 atau turun 30,33 poin.
Hampir semua sektor saham bergerak melemah. Sementara sektor keuangan adalah satu-satunya yang terpantau stagnan di 662,1. Indeks LQ45 turun 0,32 persen di 840,76 sedangkan IDX30 di 427,47.
"IHSG melewati batas resisten (4.972-4.980) meskipun sempat mampir ke area support (4.932-4.951)," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (4/4/2013).
Saham yang masih berhasil menghijau dan masuk top gainer seperti PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp1.700 di Rp37.700, PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) naik Rp1.150 di Rp6.950 dan PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) naik Rp1.100 di Rp12.200.
Sementara saham yang bergerak linear dengan IHSG dan mencatat pelemahan terbesar antara lain, PT Mitra Adi Perkasa Tbk (MAPI) turun Rp200 di Rp8.450, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) turun Rp200 di Rp10.400 dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) turun Rp200 di Rp18.050.
Volume perdagangan saham pagi ini sebanyak 549.054 juta lembar saham senilai Rp400,977 miliar. 52 saham berhasil menguat dan 113 saham turun. Saham yang stagnan 96 saham.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.