>

Kementerian ESDM Berkeras Larang Ekspor Minerba

|

Dani Jumadil Akhir - Okezone

Ilustrasi. (Foto: Okezone)

Kementerian ESDM Berkeras Larang Ekspor Minerba
JAKARTA - Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan akan konsisten terhadap peraturan undang-undang mineral dan batu bara (minerba) No. 4/2009 tentang larangan ekspor minerba, meski diberi rekomendasi oleh pengusaha sektor pertambangan.

Dirjen Minerba Kementerian ESDM Thamrin Sihite mengatakan, saat ini pemerintah akan konsisten dengan apa yang telah diamanatkan UU. Oleh karena itu, apa pun usulan yang ingin disampaikan pengusaha acuan birokrasi dan teknis formalitas, perlu disahkan langsung oleh pemerintah.

"Kami siap jika memang ada revisi dan itu dijadikan acuan. Selama ada UU itu, ya mau tidak mau dikerjakan," kata Thamrin kepada wartawan di Jakarta, Kamis (25/4/2013).

Namun, saat ini Kementerian ESDM akan tetap melakukan kajian terkait rekomendasi pengusaha sektor pertambangan, yang meminta pembahasan kembali peraturan UU mineral dan batu bara (minerba) No. 4/2009tersebut.

Thamrin mengatakan, saat ini Kementerian ESDM telah melakukan progres dalam tim percepatan, guna membahas tuntutan para pengusaha di sektor tambang yang mewajibkan perusahaan melakukan nilai tambah dengan membangun pemurnian smelter. "Kami sudah ada Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) yang khusus membahas mengenai hal itu," jelas dia.

Sebelumnya, Komite Kerja Lintas Asosiasi Pertambangan Minerba mengeluhkan pelaksanaan UU No. 4/2009 tentang minerba yang kini masih sulit diimplementasikan. Hal ini lantaran belum adanya sinergi antar lintas Kementerian, dan kebijakan positif yang merespons tuntutan pengusaha untuk mendukung lahirnya hilirisasi di sektor minerba.

"Pelaksanaan UU No. 4/2009 masih menyisakan banyak permasalahan yang belum dapat diatasi oleh pemerintah sehingga timbul berbagai permasalahan yang menghambat kegiatan usaha pertambangan dan jasa usaha pertambangan," tutur Koordinator Komite Kerja Lintas Asosiasi Pertambangan Irwandy Arif. (mrt)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Meski Hanya Tamat SMP, Asisten Susi Lulusan S2