JAKARTA - Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Patria Sjahrir mengakui persaingan global dalam memperebutkan talenta kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini semakin ketat.
Pandu mengatakan, perusahaan teknologi dunia berani membayar hingga Rp1 triliun untuk merekrut satu talenta AI terbaik. Jumlah tenaga kerja dengan kemampuan AI tingkat tinggi di dunia saat ini sangat terbatas. Karena itu, perusahaan-perusahaan teknologi global berlomba-lomba menawarkan gaji fantastis demi mendapatkan sumber daya manusia terbaik.
"Di AI mungkin the high skilled labor di AI itu di bawah 600-700 orang. Jadi untuk harga satu orang, nih saya kasih contoh ya, satu skilled labor untuk AI yang baru dipindah Pak dari OpenAI pindah ke Meta, per satu orang harganya Rp1 triliun, gaji," ujar Pandu saat ditemui di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Selasa (26/5/2026).
Dia menyebut, talenta AI kelas dunia bahkan lebih langka dibanding atlet profesional di liga olahraga elite seperti NBA maupun Liga Champions Eropa. Menurutnya, jumlah orang dengan kemampuan AI terbaik di dunia sangat sedikit dan menjadi rebutan banyak perusahaan teknologi global.
"Kalau nonton NBA atau Champions League, talenta AI itu lebih dikit daripada di situ. Jadi the best AI person kalau bisa dibayar sekarang, value-nya pun lebih besar dari satu tim bola," katanya.
Pandu menjelaskan, persoalan tenaga kerja saat ini terbagi dalam dua tantangan besar. Untuk tenaga kerja unskilled atau berkemampuan rendah, tantangan utama adalah menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan keterampilan. Sementara untuk tenaga kerja extremely high skilled labor, tantangannya adalah bagaimana bersaing secara global untuk mendapatkan mereka.