>

Kejar Defisit, Anggaran Kemendag 'Disunat' Rp232 M

|

Dina Mirayanti Hutauruk - Okezone

Ilustrasi. (Foto: Okezone)

Kejar Defisit, Anggaran Kemendag 'Disunat' Rp232 M
JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) melakukan pemotongan anggaran sebesar Rp232,4 miliar atau 7,5 persen dari pagu 2013 sebesar Rp3,1 triliun. Perubahan pemotongan anggaran ini dilakukan  untuk mengendalikan defisit outlook APBN 2013 sebesar 2,48 persen .

Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan mengungkapkan, perubahan beberapa asumsi makro ekonomi memberi implikasi pada perubahan postur APBN 2013. Maka untuk menjaga deficit outlook APBN 2013 sebesar 2,48 persen.

"Pemerintah melakukan kebijakan memotong anggaran Kementerian lembaga sebesar Rp24,6 triliun dan Kemendag sebagaimana surat menteri keuangan dikenakan pemotongan sebesar Rp232,4 miliar,” kata Gita di Ruang Rapat Komisi VI DPR RI, Senayan, Jakarta, semalam.

Gita mengatakan, Kemendag telah melakukan exercise optimalisasi anggaran sebesar Rp206,4 miliar dan telah disampaikan ke Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Pemotongan tersebut bersumber dari belanja barang non operasional non prioritas seperti pengurangan perjalanan dinas, honorarium, seminar dan rapat di luar kantor, anggaran yang terblokir, dana output cadangan dan sisa lelang kegiatan swakelola.

Lebih lanjut Gita menyampaikan, yang menjadi permasalahan dari pemotongan anggaran Kementerian Lembaga (K/L) adalah kebutuhan biaya untuk tunjangan kinerja Kemendag 2013 sebesar Rp113 miliar, yang bersumber dari hasil optimalisasi anggaran internal Kemendag sebesar Rp85 miliar masuk dalam skema pemotongan.

Menurutnya, pemotongan anggaran juga berpengaruh terhadap pencapaian target yang telah ditetapkan pada beberapa kegiatan seperti kegiatan terkait dengan standarisasi, dan perlindungan konsumen, kegiatan promosi dagang, diktat ekspor, pengembangan produk ekspor serta pengembangan pasar ekspor. (mrt)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Harga Ekspor CPO Dinaikkan, Tapi Belum Tembus USD750