>

Sutikno: Saya Tak Terlibat Pipanisasi SSWJ

|

Muhammad Saifullah - Okezone

JAKARTA - Eks Direktur Umum PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) Sutikno membantah diberhentikan dari jabatannya berkaitan dengan hasil pemeriksaan Bapepam LK pada 2006. Hal ini menjawab tudingan dirinya cacat moral dan tak pantas menjabat sebagai Direktur SDM Antam yang dilontarkan Siti Zuhro dari LIPI baru-baru ini.

Dalam surat elektronik yang dikirimkan kepada Okezone, Sutikno menceritakan pada 2006, direksi PGN yang dipimpin Direktur Utama WMP Simadjuntak sedang menyelesaikan pembangunan jaringan pipa gas Sumatera Selatan-Jawa Barat (Sout Sumatera-West Java/SSWJ) panjang 1.100 KM yang membawa Gas dari sumber di Gresik, Palembang, dan Pagar Dewa, Lampung ke Pembangkit PLB dan ke konsumen industri di wilayah Jawa bagian barat sebesar 650 mmscfd.

"Saat itu saya menjabat sebagai direktur umum," katanya, Senin (3/6/2013).

Sesuai target yang telah disampaikan ke publik, lanjutnya, proyek tersebut akan diselesaikan pada Desember 2006. "Infrastruktur jaringan pipa dan pasok gas yang dibangun dan didapatkan melalui kerja keras oleh direksi terdahulu inilah yang akhirnya menjadikan PGN besar seperti ini," jelasnya.

November 2006, Sutikno baru diangkat sebagai direktur utama PGN menggantikan WMP Simajuntak. Menteri BUMN saat itu dijabat Soegiharto. Pada pertengahan Desember 2006 setelah dilakukan evaluasi atas progres proyek pipa gas ternyata penyelesaian mengalami kemunduran yang semula dapat selesai bulan Desember 2006 mundur menjadi bulan Maret 2007.

"Setelah mengetahui keterlambatan tersebut kemudian saya mengumumkan ke pubik. Namun, kondisi yang terjadi di pasar saham ternyata di luar dugaan. Banyak pihak-pihak yang memanfaatkan kesempatan untuk mengambil keuntungan dengan menyebarkan rumor-rumor tentang kegagalan proyek pipa tersebut, sehingga terjadi rush penurunan saham PGAS mencapai 100 persen dalam dua hari," paparnya.

Namun, setelah dijelaskan secara detail ke publik, saham PGAS kembali normal dalam waktu satu hari setelah sempat disuspensi oleh otoritas bursa. Atas kasus tersebut kemudian Bapepam LK melakukan pemeriksaan audit terhadap direksi dengan kesimpulan di antaranya:

Pertama, ditemukan ketidakterbukaan informasi oleh direksi PGN. "Pada Juli 2006 direktur utama sebelum saya (WMP Simandjuntak) seharusnya sudah mengetahui keterlambatan proyek berdasarkan laporan tertulis direktur pengembangan yang bertanggung jawab atas pelaksanaan proyek pada 17 Juli 2006. Namun tidak disampaikan ke publik," jelasnya. Sutikno baru menjabat sebagai Dirut PGN pada November 2006.

Kedua, atas kelalaian tersebut, BAPEPAM LK telah menjatuhkan denda kepada seluruh Direksi PGN. Bapepam LK menilai bahwa keputusan direksi merupakan keputusan bersifat collective collegial (keputusan bersama). "Sehingga saya sebagai direktur umum yang tidak bertanggung jawab atas proyek termasuk yang dikenakan denda BAPEPAM," ujarnya.

Dia juga menjelaskan, pemberhentiannya sebagai Direktur PGN oleh Sofyan Djalil, menteri BUMN pengganti Soegiharto, pada Juni 2008 tidak ada kaitannya dengan hasil pemeriksaan Bapepam pada 2006.

"Alasan yang disampaikan Menteri BUMN Sofyan Djalil waktu mengganti saya dari jabatan direktur utama adalah dalam rangka menaikkan harga saham PGAS sehingga jabatan direktur utama lebih tepat dipegang oleh seorang pasar modal," ungkapnya.

Nyatanya, kata Sutikno, meski diberhentikan sebagai direktur utama, dirinya masih diberi kepercayaan menjabat sebagai direktur non eksekutif PGN sejak Juni 2008 hingga April 2010. "Pada April 2010 saya ditunjuk sebagai direktur keuangan dan administrasi PT Nusantara Regas (JV Company PGN-Pertamina bidang LNG) sampai bulan April 2013," lanjutnya.

Kini dia dipercaya untuk menduduki jabatan Direktur SDM PT Antam. (wdi)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Pertamina-BUMN Migas Angola Sepakat Kembangkan Bisnis