JAKARTA - Pihak PT Rekayasa Industri (Rekind) menyatakan Rekind akan menjadi pioner perusahaan Engineering Procurement and Construction (EPC) nasional dalam pelaksanakan pembangunan pabrik gula Glenmore milik PT Perkebunan (PTPN) III, PTPN XI, dan PTPN XII. Pabrik ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan gula nasional yang saat ini mengalami kesenjangan sebesar 47 persen, dengan produksi gula nasional pada 2012 adalah 2,3 juta ton sedangakan konsumsi sebesar 4,3 juta ton.
Direktur Utama Rekind Ali Suharsono mengatakan, pembangunan Pabrik Gula Glenmore dilakukan secara terpadu, dimana terdiri dari pabrik gula, pabrik pupuk organik, pabrik pakan ternak dan pembangkit tenaga listrik tenaga biomassa (PTLBM).
"saya bersyukur tender pabrik gula ini bukan berdasarkan harga termurah, melainkan melihat segi teknologi yang nantinya akan disesuaikan oleh waktu yang ditentukan dan akan seimbang perhitungannya," ucapnya kepada wartawan di Kementerian BUMN, Jakarta , Selasa (23/7/2013).
Selain itu, Ali menambahkan sebagai pemenang dari tender EPC dari proyek Pabrik Gula Glenmore, pelaksanaan proyek tersebut akan dilakukan secara konsorsium antara Rekind dengan PT Weltes Energi Nusantara dengan Rekind sebagai konsorsium leader.
"peralatan dan mesin yang digunakan dalam pengerjaan proyek ini memiliki teknologi yang muktahir, hemat energi, ramah lingkungan dan mudah dikembangkan menuju industri hilirnya, proyek ini merupakan tongggak sejarah bagi perusahaan EPC nasional bahwa ini kali pertama pabrik gula di Indonesia dibangun oleh putra-putri bangsa," tambahnya.
Tidak hanya itu, pabrik gula ini ditargetkan dapat memproduksi Gula Kristal Putih sebesar 6.000 TTH yang mudah dikembangkan ke 8.000 TTH, pupuk Organk Granuler sebesar 90 ton per hari, pekan ternak sebesar 300 ton per hari, PTLBM dengan kapasitas 6 megawatt. (kie)
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.