Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lebaran, Pertamina Taksir Kebutuhan LPG Tumbuh 20%

Andi Aisyah , Jurnalis-Kamis, 25 Juli 2013 |20:23 WIB
Lebaran, Pertamina Taksir Kebutuhan LPG Tumbuh 20%
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
A
A
A

MAKASSAR - Permintaan atas Bahan Bakar Minyak (BBM) di Sulawesi diperkirakan mengalami peningkatan. Diprediksi, kebutuhan masyarakat akan melonjak khususnya Premium dan Liquid Petroleum Gasoline (LPG). Trafiknya diestimasikan terjadi pada H-7 sampai H+7 atau tujuh hari sebelum dan setelah Hari Raya Idul Fitri 2013.

Pertamina memprediksi permintaan Premium akan naik sekira 16 persen dari rata-rata distribusi dalam skala harian normal. Seiring meningkatnya aktivitas masyarakat yang perlu bekerja, bersilaturahmi maupun mudik Lebaran, permintaan BBM mereka ditakar akan mencapai 6.400 kiloliter (kl) per hari.

Sedangkan kebutuhan solar juga diprediksi naik sekira empat persen dari rerata penyaluran normal menjadi 2.300 kl per hari. Sementara aktivitas masak-memasak terutama bagi kaum ibu rumah tangga selama bulan Ramadan dan Lebaran akan mengungkit permintaan LPG hingga 20 persen.

“Sesuai proyeksi permintaan BBM dan LPG masyarakat selama Ramadan dan Lebaran 2013, Pertamina telah melakukan berbagai upaya antisipasi guna mengamankan ketersediaan pasokan bahan bakar tersebut,” kata Senior Supervisor External Relation PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VII Sulawesi, Rosinah Nurdin kepada wartawan di Makassar, Kamis (25/7/2013).

Menurut Rosinah, seperti tahun-tahun sebelumnya titik kritis dari permintaan BBM dan LPG akan terjadi pada tujuh hari sebelum dan setelah Lebaran. Diungkapkan bahwa berbagai langkah antisipatif ditempuh Pertamina, mulai dari yang dilakukan atas inisiatif sendiri dengan membentuk Posko Satgas BBM dan LPG di Kantor Unit Marketing Operation Region VII-Makassar.

Posko tersebut buka sejak H-15 sampai H+15 atau dari 24 Juli hingga 24 Agustus 2013. Selain itu, bekerja sama dengan pemangku kepentingan terkait seperti Kementerian ESDM, Kepolisian, dan pihak DLLAJ.

Rosinah menjabarkan, inisiatif Pertamina meliputi menjaga stok BBM dan LPG agar selalu tersedia lewat monitoring stok BBM dengan sistem komputerisasi di seluruh terminal BBM. Menyiapkan SPBU setempat sebagai kantong-kantong BBM. Pemisahan jalur pelayanan masuk sepeda motor dan kendaraan roda empat. Penambahan armada tangki BBM. Penambahan jam operasional di terminal BBM dan SPBU supaya kebutuhan BBM masyarakat terlayani secara baik.

“Seluruh SPPBE di wilayah Pemasaran Sulawesi akan beroperasi selama tujuh hari seminggu (Senin sampai Minggu) dan kami juga mengoptimalkan seluruh armada skid tank yang ada ada serta menyediakan skid tank tambahan khusus untuk SPPBE yang berjarak lebih 100 kilometer dari titik distribusi untuk memaksimalkan layanan kepada masyarakat yang menjadi konsumen LPG,” tutur Rosinah.

Rosinah menuturkan, Pertamina sangat mengharapkan dukungan dari berbagai pihak, terutama Kepolisian, terkait langkah pengamanan distribusi BBM dan LPG dengan menimbang potensi kemacetan lalu lintas selama arus mudik Lebaran. Dukungan pengamanan objek vital penyaluran LPG baik dari instalasi Terminal BBM, SPBU, SPPBE serta pemberian prioritas terhadap mobil tangki angkutan BBM dan LPG.

(Widi Agustian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement