Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

100 Hari Terakhir, BKPM Fokus Perbaiki Iklim Ketenagakerjaan

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Kamis, 24 Juli 2014 |13:42 WIB
100 Hari Terakhir, BKPM Fokus Perbaiki Iklim Ketenagakerjaan
100 Hari Terakhir, BKPM Fokus Perbaiki Iklim Ketenagakerjaan (Ilustrasi: Situs BKPM)
A
A
A

JAKARTA - Dalam 100 hari terakhir pemerintahan Presiden SBY, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM),Mahendra Siregar memiliki beberapa target proyek yang akan dikerjakan. Dirinya menyebutkan prioritasnya ada di proyek infrastruktur dan perbaikan iklim ketenagakerjaan.

"Draft yang kami terima dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) itu langkah-langkah untuk membantu pelaksanaan dari proyek-proyek infrastruktur. Baik di pelabuhan, maupun juga di kelistrikan. Dari segi koordinasi yang kami terima dari Bappenas itu," ungkapnya di Gedung BKPM, Jakarta, Kamis (24/7/2014).

Selain dari Bappenas, pihaknya juga mengaku mendapatkan masukan dari Menteri Perekonomian.  "Arahan Menko kami terus memperbaiki soal pelayanan investasi dan perizinan terutama konsistensi vertikal antara daerah kabupaten, provinsi dan pusat," paparnya.

Dirinya menuturkan, BKPM berpandangan prioritas yang dilakukan adalah memperbaiki iklim ketenagakerjaan.

"Kami sendiri berpandangan prioritas yang harus dilakukan adalah perbaikan iklim ketenagakerjaan. Itu kami anggap sebagai PR yang harus diselesaikan, Kalaupun tidak selesai seluruhnya, tapi bisa diteruskan lebih jauh lagi," imbuhnya.

Sementara dari sisi infrastruktur, ada Pelabuhan Teluk Ampo di Bali yang menjadi prioritas. "Pelabuhan teluk Ampo itu untuk kapal pesiar. Itu Antara lain. Kalau untuk Listrik tentu ada beberapa yang utama termasuk yang di batang," tandasnya.

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement