Melansir Bloomberg Dollar Index, Rabu (14/1/2015), Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) menguat 11 poin atau 0,1 persen ke Rp12.589 per USD. Pagi ini, Rupiah bergerak di kisaran Rp12.574-Rp12.592 per USD.
Laju dolar AS mengalami pelemahan setelah World Bank memangkas proyeksi pertumbuhan global tahun ini. Pasalnya, perbaikan ekonomi Amerika dan penurunan harga bahan bakar tidak dapat mengimbangi data yang mengecewakan dari Eropa dan China.
World Bank memperkirakan ekonomi dunia akan tumbuh 3 persen pada 2015, turun dari proyeksi Juni 3,4 persen sebesar. Laporan ini memperkuat tanda-tanda perbedaan pertumbuhan antara Amerika dan negara besar lainnya meskipun ada optimisme bahwa harga minyak yang lemah akan meningkatkan output.
Namun, Bank Dunia juga meng-upgrade proyeksi pertumbuhan AS menjadi 3,2 persen tahun ini dari perkiraan 3 persen pada Juni. Proyeksi pelemahan di euro dan Jepang karena efek dari krisis keuangan. Selain itu, proyeksi China, ekonomi dunia terbesar kedua, juga mengalami perlambatan ekonomi yang disengaja.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.