"Penguatan dolar Amerika Serikat (AS) ditambah dikarenakan capital outflownya kembali ke Amerika lagi," ungkap Analis Bumiputera Sekuritas, Toga Yasin Panjaitan kepada Okezone di Jakarta, Rabu (11/2/2015).
Terlebih, kata Toga, jika Amerika secara tiba-tiba menaikkan suku bunga. Sedangkan, sentimen internal sudah tidak ada yang terlalu mempengaruhi.
"Cadangan devisa kita cukup kuat Bank Indonesia (BI) mengambil pinjaman dari AS. Tetapi, dana perlu dibalikin karena dolar AS menguat dampaknya buruk juga ke Rupiah," pungkasnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.