JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) mengatakan, ambruknya saham gabungan China pasti akan memberikan dampak pada Indonesia. Namun, JK memastikan saat ini ambruknya saham gabungan China sudah dapat diantisipasi oleh Indonesia.
"Ya dampaknya pasti ada, tapi hari ini sudah lumayan naik lagi lima persen," kata JK di Kantor Wapres, Jakarta, Kamis (9/7/2015).
JK menuturkan, saat ini yang bisa dilakukan oleh pemerintah Indonesia adalah menjaga perekonomian dalam negeri. Di mana, menjaga masalah-masalah perusahaan-perusahaan dalam negeri yang sudah go publik.
"Perusahaan yang go publik itu tentu keuntungannya turun akibatnya maka nilainya turun. Cara menjaganya memperkuat ekonomi nasional agar perusahaan-perusahaan kita berjalan dengan baik," tambahnya.
Tidak hanya itu, JK juga mengimbau pelaku sektor finansial untuk menjaga imbas dari ambruknya saham gabungan China. Sebab, hal tersebut juga telah memberikan pengarug seperti ekspansi menjadi menurun.
"Akibat di China itu yang beli saham sudah merupakan kepala keluarga, mahasiswa pasti itu kena daya beli mereka pasti turun," tutupnya.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.