Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin mengatakan, korporasi ini bisa menjadi solusi jangka pendek hingga panjang untuk mencukupi kebutuhan daging sapi nasional. Pasalnya, selama ini kebutuhan akan daging selalu dipenuhi lewat impor.
"Yang populasinya banyak tapi per rumah tangga cuma punya tiga, empat bukan untuk suplai setiap saat, itu mau dibikin korporasi bagaimana pemerintah nanti di situ," kata Kantor bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (25/9/2015).
Kendati demikian, wacana ini bukan keputusan rapat koordinasi (rakor) pada hari ini mengenai penyediaan daging sapi. Suryamin berdalih, hal tersebut akan terus didiskusikan lebih mendalam dengan pihak yang berkait.
"Nanti pemerintah mau diskusikan lagi, bukan keputusan yang tuntas. Akan diskusikan lagi, secara detil distribusi kepemilikan, distribusi wilayah, distribusi kebutuhan," sambungnya.
Menurutnya, wacana ini terbentuk karena korporasi yang mempunyai sapi hanya sedikit. Sangat berbeda dengan kelompok rumah tangga yang mempunyai sapi cukup banyak, namun tidak dapat menyuplai secara besar-besaran.
"Dari populasi yang ada memang karena yang memiliki rumah tangga yang tidak bisa menyuplai secara besar, sedangkan yang dimiliki korporasi kan hanya sedikit," imbuhnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.