JAKARTA - Bank Indonesia (BI) hari ini akan melakukan rapat dewan gubernur (RDG) hari ini. Dalam rapat tersebut, akan diputuskan mengenai besaran tingkat suku bunga acuan (BI rate).
Ekonom BCA, David Sumual, menyatakan sejauh ini kesabaran BI dalam menahan BI rate pada angka 7,5 persen telah membuahkan hasil. Hal ini terbukti dari sisi inflasi yang cukup terkendali hingga Oktober lalu.
"Inflasi masih di atas 6 persen. Tapi faktor base effect akan membuatnya ke arah 4 persen, dan pada Desember ke 3 persen," kata dia kepada Okezone, Jakarta, Selasa (17/11/2015).
Selain itu, neraca transaksi berjalan juga diakui David telah berada di bawah dua persen dari PDB. Sehingga, membuat BI sebenarnya memiliki ruang untuk menurunkan BI rate. Sayangnya, faktor eksternal masih menghantui nilai tukar Rupiah. Hal ini yang sepertinya membuat BI masih ragu dalam menurunkan BI rate.
"Fed akhir tahun kemungkinan akan mengumumkan suku bunganya. Jadi nunggu itu. Ekonomi China juga masih belum membaik. Volatilitilas masih meningkat. Kalau menurunkan sekarang agak susah. Jadi ini kita belum tau dampaknya ke maket," lanjut dia.
Namun, jika defisit transaksi neraca berjalan dan inflasi terus membaik, dapat membuat kemungkinan turunnya BI rate pada tahun mendatang. Sebab, tidak ada lagi ketidakpastian yang datang dari faktor eksternal nantinya.
Sekedar informasi, BI sudah cukup lama menahan BI Rate. Sebelumnya pada RDG 18 November 2014 BI memutuskan untuk menaikan suku bunga BI rate sebesar 25 bps menjadi 7,75 persen dan kembali menurunkan pada 17 Februari 2015 menjadi 7,5 persen hingga RDG Oktober 2015 lalu.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.