BALI - beberapa hari terakhir nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali tertekan. Rupiah yang sempat lama bertahan di level Rp13.000an per USD kembali terjun ke level Rp14.000an per USD.
Bank Indonesia (BI) mengatakan pelemahan nilai tukar rupiah dipengaruhi banyak faktor eksternal. Mulai dari Bank Sentral AS hingga spekulasi devaluasi yuan China.
"Sebagian besar tekanan rupiah dari eksternal, kondisi di China bahwa aktivitasnya menurun dan kemudian spekulasi dengan adanya yuan defaluasi," kata Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo, Jumat (11/12/2015).