Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Indonesia Butuh 1 Juta Tenaga Kerja Ekonomi Kreatif hingga 2020

Dedy Afrianto , Jurnalis-Rabu, 17 Februari 2016 |10:48 WIB
Indonesia Butuh 1 Juta Tenaga Kerja Ekonomi Kreatif hingga 2020
Indonesia Butuh 1 Juta Tenaga Kerja Ekonomi Kreatif hingga 2020 (Foto: Dedy/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menjalin kerjasama dengan lembaga sertifikasi profesi bidang telematika untuk memfasilitasi pekerja atau calon pekerja di bidang ekonomi kreatif untuk mendapatkan sertifikat profesi secara gratis.

Menurut Deputi Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual dan Regulasi Bekraf Ari Juliano Gema, program sertifikasi profesi ini sangat penting untuk dilaksanakan mengingat Indonesia yang akan bersaing pada tingkat regional ASEAN.

Bahkan, hingga tahun 2020, Indonesia membutuhkan tambahan 1 juta tenaga kerja dalam sektor ekonomi kreatif untuk penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Paling tidak, dalam lima tahun ke depan, kita butuh 1 juta tenaga kerja dan pelaku bidang ekonomi kreatif yang bersertifikat standar nasional hingga internasional. Oleh karena itu, fasilitas sertifikasi profesi ini tidak hanya meningkatkan kepastian individual, melainkan juga posisi tawar dan daya saing di dunia ekonomi kreatif," ujar Ari, Jakarta, Rabu (17/2/2016).

Saat ini, lanjutnya, Bekraf akan memberikan pelatihan kepada 130 peserta yang telah diseleksi sebelumnya. Namun, Bekraf berencana akan melakukan seleksi lanjutan untuk tahap-tahap berikutnya mengingat besarnya kebutuhan tenaga profesional dalam bidang ekonomi kreatif.

"Saat ini masih 130 peserta. Program ini nantinya akan kita lanjutkan dengan menambah jumlah peserta. Dalam menghadapi MEA akan terjadi arus tenaga kerja asing. Untuk itu butuh tenaga kerja yang berkualitas," jelas Wakil Ketua Bekraf Ricky Pesik saat ditemui di Royal Kuningan Hotel pada saat yang sama.(rai)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement