JAKARTA - Rupiah secara mengejutkan mengalami apresiasi cukup tinggi terhadap Dolar Amerika Serikat (USD). Bahkan, pada penutupan perdagangan kemarin sore, Rupiah berhasil menyentuh level Rp12.900 per USD.
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio mengatakan, salah satu penyebab utama dari menguatnya Rupiah ini adalah karena adanya program tax amnesty. Sebab, menjelang akhir periode pertama, banyak wajib pajak yang mengembalikan dananya ke Indonesia melalui program repatriasi.
Bahkan, Tito mengungkapkan banyak wajib pajak yang memutuskan untuk menjual saham demi ikut program tax amnesty. Hal inilah yang juga mengakibatkan tingginya permintaan terhadap Rupiah sehingga berhasil membuat Rupiah terapresiasi.
"Rupiah menguat, yang masuk banyak. Lalu memang sampai 30 September nanti akan banyak yang jual saham buat tax amnesty. Makanya bisa capai Rp73 triliun (tebusan) masuk, kata Tito di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (27/9/2016) malam.
Meskipun terdapat beberapa saham yang telah dijual oleh Wajib Pajak, namun dana ini diyakini kembali masuk ke pasar modal. Salah satunya adalah dengan melalui skema repatriasi dimana wajib pajak dapat kembali menginvestasikan dananya melalui pasar modal.
"Uang di dalam dana repatriasi masuk investasi sebagian ke pasar modal balik lagi," tutupnya.
(Dani Jumadil Akhir)