JAKARTA - Persoalan divestasi 51% saham PT Freeport Indonesia hingga kini belum juga terselesaikan. Hal ini karena belum ada kesepakatan harga antara Freeport dengan pemerintah.
Untuk membeli 51% saham Freeport, pemerintah berencana menugaskan holding BUMN tambang untuk membelinya. Namun sekalipun 4 BUMN seperti Antam, PTBA, Inalum, dan Timah bergabung ternyata untuk membeli saham Freeport akan sulit.
Direktur Eksekutif Center of Indonesian Tax Analysis (CITA) Yustinus Prastowo mengatakan, jika dihitung secara keseluruhan dari cadangan dan ekspektasi setidaknya nilai saham Freeport sekira Rp200 triliun. Artinya, jika 51% saham divestasikan nilainya sekira Rp105 triliun.
"Nah ini kemampuan BUMN (holding BUMN tambang) itu hanya Rp50 triliun. Dia tidak bisa melakukan pinjaman lebih tinggi, karena peminjamnya juga enggak mau," tuturnya dalam acara Forum Pakar IMA, di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Senin (8/5/2017).
Cara memungkinkan, kata Yustinus, sebenarnya negara gotong royong untuk membeli 51% saham Freeport. Akan tetapi, ini akan sulit karena keuangan negara di beberapa tahun terakhir mengalami defisit.