Bank Kecil Potensi Kembangkan Micro Finance

Nuria , Jurnalis
Jum'at 23 November 2007 11:10 WIB
Share :

JAKARTA - Bank-bank kecil yang tersebar di Indonesia diharapkan mampu bersinergi untuk mengembangkan micro finance yang melayani transaksi debit dengan skala kecil di bawah Rp100 ribu.

"Jadi kartu itu bisa digunakan untuk membayar parkir, bayar tol, minum kopi," ujar Ketua Umum Perbanas Sigit Pramono dalam peluncuran Apconex di Hotel Shangri-La Jakarta, Jumat, (23/11/2007).

Dia menjelaskan, micro finance merupakan cikal bakal less cash society (LCS). Dengan adanya LCS ini maka para nasabah akan mendapatkan keuntungan transaksi dan meminimalisir risiko, sesuai dengan kebutuhan.

"Pembentukan ini bisa dikolaborasikan dengan bank lainnya, sehingga bisa biayanya lebih rendah ketimbang mengembangkan mesin anjungan tunai mandiri (ATM)," kata dia.

Sementara itu, menurut Ketua Bidang Pengkajian dan Pengembangan Perbanas Jos Luhukay bank kecil dan menengah, tidak perlu direpotkan dengan pengembangan ATM.

Sebab, biaya untuk investasi di bidang IT lebih besar. "Oleh karena itu bank-bank perlu bekerja sama untuk mengembangkan micro finance ini," terang dia.

Selama ini bank-bank besar mengalokasikan belanja modal IT sekira USD10-35 juta. Dana sebesar itu, kata dia, hanya akan berlaku untuk empat hingga lima tahun saja, menyesuaikan masa teknologi tersebut.

Apalagi, bila menggunakan ATM masyarakat akan dikenakan biaya administrasi, sementara pada micro finance tidak diperlukan.

Dia memaparkan, penerapan micro finance perlu diterapkan untuk mendorong persaingan perbankan kecil dan menengah, di tengah persaingan bank-bank besar.

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya